Nangkubs Penuh Cerita


Tidak terasa, berakhirlah pembinaan Beastudi Etos Bandung di semester genap tahun ajaran 2015-2016. Untuk menutupnya, manajemen dan adik-adik Etos Bandung rihlah ke Gunung Tangkuban Perahu pada hari Sabtu kemarin. Tanpa survey terlebih dahulu, kami (manajemen) nekat membawa adik-adik dalam perjalanan ini. Jadilah banyak yang merasa salah kostum. Adik-adik merasa berpakaian kurang garang untuk perjalanan kemarin. Hehehe..

nangkusb1

Tim Etos Bandung Nangkubs

Sekitar pukul 08.00 WIB, kami bertolak dari Masjid Salman ITB. Kami menyewa angkutan umum, langganan tentu saja, seharga Rp.300,000,-. Yup, kami diantar dari Salman ke Jayagiri dan dijemput dari area wisata Tangkuban Perahu. Hamdalah ya, pak Fathoni (supir angkutan umum) juara deh! Eh eh, beliau ngisi acara Mabit Salman lho malam sebelumnya. Keren!

Oh ya, ini daftar perlengkapan yang harus adik-adik bawa untuk penutupan pembinaan ini:

  1. Ponco/jas hujan
  2. Air minum (minimal 1.5 liter)
  3. Sepatu tracking (jangan pakai sepatu Crocs)
  4. Makan pagi dan siang
  5. Snack
  6. Obat-obatan pribadi
  7. Pakaian untuk shalat
  8. Al Qur’an

Tentu saja, saya tidak membawa semua perlengkapan itu. Si sombong yang mengira perjalanannya seperti yang sudah-sudah, eh eh ternyata warbiyasak pisan pas ngejalaninnya; Tersesat sendirian lah, ngebut pakai kekuatan penuh ngejar kelompok sampai down secara psikis (alay pisan urang) dan olohok sorangan pas nyadar keluarnya dibalik kawah pang-ujungna (lalu dejavu pendakian Semeru saat menemukan danau Ranu Kumbolo, bungah bahagia lalu misuh-misuh kapan nyampenya). Gantina.. Gantina.. Semacam kaburomaktan eh?!

Sekilas info nih, hiking di Jayagiri bayarnya cuma Rp.7,500,- per orang. Sementara untuk camping, kamu perlu bayar Rp.15,000,- per orang. Tapi omat, tanya lagi deh jalur hiking/camping itu sampai mana. Kalau tidak, kalian akan mengalami hal nyesek seperti yang kami alami. Penasaran? Baca sampai beres ya..

nangkusb2

Wajah-wajah Bahagia di-awal Perjalanan

Sebelum lanjut ke cerita perjalanan kemarin, saya review tim yang ada ya. Kami ber-empatpuluh, terdiri dari 5 orang manajemen dan 35 adik (angkatan 2015-2010) Beastudi Etos Bandung. Iya aya alumni nyelap, halo-halo Halim! Hehe.. Belajar dari perjalanan ke Tebing Keraton yang jarak perjalanan tim super jauh.. Manajemen agak ketat mengatur perjalanan ini. Dapat dilihat dari barang yang kami haruskan bawa ya, juga rencana perjalanan yang kami buat: pembagian tugas manajemen dan urutan jalan. Dadieh dan Surya mengatur perjalanan tentu saja (kadang di depan, kadang di belakang), Hanum dan Ela di tengah mendampingi adik-adik sekaligus medik, sedangkan saya di belakang (nyapuin peserta, hihi..). Sound great nah?? Padahal jalurnya aja teu apal. Bhakakakak!!!

Perjalanan super lancar dengan beberapa kali istirahat sampai ke penampungan air di dekat rumah Emak. Kalau Emak lagi goreng bala-bala, pura-pura tanya jalan aja biar dikasih. Hahaha.. Parah pisan kamu! Dari sana, saya ada feeling kami salah jalan. Kok ndak seperti yang biasa ya.. Enak pisan jalannya di jalan setapak nurun wae deuih. Sampai di area wisata Tebing Belanda, sadarlah manajemen, salah jalan euy. Malu bertanya tambah tersesat, akhirnya kami mengikuti petunjuk akang-akang yang jaga di sana. Akang baik hati dan comel yang ngelaporin tersesatnya kami ke satpam area wisata Tangkuban Perahu. Hampura, Kang..

Setibanya kami di lapangan dengan rumput-rumput tinggi, guna mencari jalan ke tower di puncak, majulah tim pendahulu (yaitu Dadieh dan saya). Dadieh sih anggota profesional, kalau saya..tim pendahulu abal-abal. Buktinya? Saya kepisah dari Dadieh pemirsah! Pas nyari sisa kelompok, mereka juga udah jalan dan kami kepisah jauh pisan. Panik? Yaeyalah!!

Coba ya, sendirian di leuweung pas manggil-manggil Dadieh/Surya/Khalida yang nyahut malah suara abang-abang gak dikenal yang bilang ‘Mau ke Tangkuban Perahu?’. Saya langsung nyari pohon gede untuk sembunyi dong, parno Cyin, mungkin karena kebanyakan nonton pelem detektif semacam NCIS, Criminal Minds atau Castle. Pait-paitnya, saya bakal nalik ke pos tebing tadi dan minta diantar nyari rombongan. Hamdalah, abang-abangnya baik dan berhasil mempertemukan saya dan Dadieh, lalu mengejar rombongan agar menunggu kami. Aselina, saya pakai kecepatan penuh pas ngejar temen-temen yang sudah lebih dahulu melanjutkan perjalanan. Cape hati dan psikis, bikin stamina ngedrop dengan cepat. Resah atuda, eta barudak gimana nasibna. Huaaa…!!! Tapi gak sampai mewek yah, inner peace kawans.. Inner peace.. Sumringah pisan pas ketemu rombongan, pengen ngagabrug tapi saya milih berbaring saja. Berharap stamina kegenjot walau cuma rebahan sebentar. Alhamdulillaah sakses, “Outbond 2016!!! Kita bisa!!!

nangkusb3.jpg

Sumringah di Puncak Tangkuban Perahu

Alhamdulillaah, sampai juga di puncak-sepuncak-puncaknya si Gunung Tangkuban Perahu. Lihat, anak kecil happy banget ya bisa foto di puncak. Hehehe.. Lalu dejavu, pendakian Semeru.. Saat danau Ranu Kumbolo sudah terlihat. Ternyata jebakan betmen, sampai ke area kempingnya masih jauuuuuh sekali. Untuk perjalanan kali ini, kira-kira masih perlu satu jam perjalanan lagi dari puncak sampai ke area wisata Gunung Tangkuban Perahu. Alhamdulillaah semua selamat dan memperoleh pengalaman heboh di penutupan pembinaan ini.

Salah satu pesan moral dari kegiatan ini: Harap mengurus simaksi dan perijinan ya. Kasihan Dadieh, diomeli oleh para satpam berbadan kekar.. Hihihi.. Sampai jumpa di pembinaan semester depan..!!

nangkubs4

Selepas Tukar Kado Bersama

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s