Shaum Ramadhan, Setetes Pengingat


Ramadhan 1436 H telah datang, menghampiri dan akan berlalu. Waktu memang akan kejam pada dia yang tidak memanfaatkannya dengan bijak. Optimal bukan melulu tentang banyaknya bilangan capaian target Ramadhan kita, permulaannya..? Tentu syarat-syarat amalan yang dilaksanakan dapat terhitung sebagai ibadah, yaitu ikhlas dan sesuai sunnah Rasulullah saw.

Apa-apa yang disampaikan Rasul kepadamu maka ambillah dan apa-apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah. (QS. Al Hasyr ayat 7)

Bulan Ramadhan jadi spesial karena Al Quran turun pada bulan ini, malam yang lebih baik dari seribu bulan (Lailatul Qadar) muncul pada bulan ini, ampunan-rahmat-doa dikabulkan pada bulan ini; yang spesial lainnya ialah salah satu rukun Islam yang berupa amal ghaibiyah ditetapkan pada bulan ini. Amal yang jika diingkari memasukkan kita dalam kekufuran & jika sengaja ditinggalkan membuat kita tergolong dalam fasik; Shaum Ramadhan.

Setiap amal manusia untuk dirinya kecuali shaum. Sungguh shaum itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. (HR. Bukhari-Muslim)

Berdasarkan dalil Al Quran (QS. Al Baqarah ayat 183-185), sunnah (hadits tentang rukun Islam yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim) & ijma’ kaum muslimin, shaum Ramadhan hukumnya wajib bagi

  • Muslim; Orang kafir tidak wajib shaum (QS. At Taubah ayat 54) dan tidak wajib mengqadha ketika dia ber-Islam (QS. Al Anfal ayat 38).
  • Berakal; Orang yang tidak berakal tidak wajib baginya seluruh ibadah kecuali zakat.
  • Baligh.
  • Mampu.
  • Bermukim.
  • Tidak ada halangan (khusus wanita, seperti haid/nifas).

Shaum yang secara bahasa bermakna menahan (QS. Maryam ayat 26) memiliki makna syari beribadah kepada Allah swt. dengan cara menahan diri dari hal-hal yang membatalkan shaum dimulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Jima’ (bersetubuh), makan, minum, muntah dengan sengaja, mengeluarkan mani, bekam, haid dan nifas adalah hal-hal yang merusak shaum.

Shaum Ramadhan termasuk dalam shaum wajib (mafrudh) tanpa sebab karena hukumnya wajib berdasarkan asal syariat. Dalam menjalankannya, sebaiknya beberapa adab berikut dijaga:

  1. Iltizam dengan ketakwaan. 
  2. Memperbanyak sedekah dan berbuat baik kepada sesama. 
  3. Memperbanyak tilawah Al Quran. 
  4. Menghindari hal-hal yang dapat merusak pahala shaum, seperti dusta, ghibah dan mengumpat. 
  5. Mengakhirkan shaum dan menyegerakan berbuka. 

Selamat menjalankan ibadah shaum Ramadhan 1436 H ya.. Semoga Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan kita sebelumnya, kita dimudahkan untuk mendapatkan Lailatul Qadar dan kemenangan berupa derajat takwa bertambah tiap harinya. Aamiin.. Aamiin..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s