Ritme Kehidupan


Di akhir tahun keempat S3 saya, dengan hasil-hasil yang telah ada, rasanya untuk lulus tahun ini sangat sulit. Setelah dipapatahan oleh pembimbing, akhirnya saya membuat beberapa kesepakatan dengan mereka dan diri sendiri (tentunya ya..). Kesepakatan ini sebagai tambahan resolusi 2014 lho, masih ada ya kurang ya ternyata. Fyuh..

Salah satunya adalah jam kerja seven till five in a day and five days in a week. Entah kenapa, sulit rasanya menyesuaikan diri dengan rutinitas baru ini. Di pekan pertama pelaksanaan, rasanya capai sekali setiap pulang ke rumah. Padahal kuliah belum dimulai saat itu. Di pekan pertama kuliah, makin memburuk.. Beberapa amalan yaumi tidak terlaksana (bukan yang wajib lho). Aaaarrgghh tidaaak!!!

Pasti ada yang salah, pikir saya, tapi entah apa. Sambil mencoba memahami apa yang tengah terjadi, saya berusaha memperbaiki kondisi, berdamai dengan diri sendiri dan menyesuaikan diri dengan ritme kehidupan yang baru ini. Dalam perenungan, saya tetiba teringat materi perkuliahan di matakuliah Aljabar 1 semester kemarin. Kok bisa ya?

Salah satu pertemuan pada matakuliah Aljabar 1 membahas tentang diagonalisasi matriks secara ortogonal. Setelah penjelasan materi secara singkat, ibu Ira memberikan 2 buah matriks berukuran 3\times 3. Seluruh elemen matriks pertama anggota bilangan bulat. Sedangkan pada matriks kedua, elemennya ada yang berasal dari himpunan bilangan irasional. Kira-kira matriks mana yang dapat didiagonalkan secara ortogonal? Yup, yup, setelah perhitungan panjang, melelahkan dan dihantui perasaan takut salah hitung; Matriks kedua-lah juaranya!!

Betul juga ya.. Bisa jadi jalan kehidupan itu sulit, berliku, terjal dan dapat membuat siapa saja ingin menyerah. Tapi, manisnya hasil akan dirasakan jika melaluinya dengan penuh perjuangan-keikhlasan-ketawakalan.

Persis seperti renungan saya selanjutnya, yang diambil dari QS Al Baqarah ayat 216: “Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu. Dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” Anggap saja saya sedang berperang; melawan diri sendiri. Hehehe..

Terakhir.. Walaupun tahun ini sepertinya akan jungkir balik untuk akademik, tolong doakan supaya saya tidak hanya disibukkan oleh hal duniawi saja. Aamiin..

OOT:
Saya dibekali QS Asy Syu’araa ayat 20 dan Al Hadid ayat 20 sebagai bekal menghadapi kesibukan dunia. Cek deh, indah sekali..❤

4 thoughts on “Ritme Kehidupan

  1. Masya Allah, 7-5, 6 days/week? 9-6 saja semester lalu saya serasa ga punya kehidupan di luar kampus. BarakAllahu Lakaa

  2. Ooh, 5 days aja. Tapi masih hebat kok. InsyaAllah bisa, Gantina ‘kan (setahu saya) memang pekerja keras. Hanya saja kalau selama ini energinya untuk banyak amanah, mungkin skrg alokasi energinya konvergen ke desertasi dulu … BarakAllahu Fiik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s