Oleh-oleh dari Kelas Matematika IIA


Saya diminta untuk menggantikan dosen senior mengajar di kelas Matematika IIA pada awal pekan perkuliahan semester ini. Gak senior-senior amat sih.. Masih saya sapa dengan sebutan ‘Teh’ kok. Beliau masih dalam perjalanan umrah ketika itu. Senangnya, (saya pikir) saya dapat kesempatan mengelola kelas dengan menerapkan hasil workshop Applied Approach yang lalu. Ternyata saya belum bisa menerapkan hasil workshopnya. Saya membuat perencanaan kelas tapi tidak selengkap template yang ada di workshop. Hehehe..

Materi yang harus saya sampaikan yaitu subbab 7.1-7.3 dari bab Teknik Integrasi yang ada di buku ‘Calculus’ edisi 9 karangan Purcell dkk. Saya sampaikan Dasar-dasar Integrasi dan Metode Substitusi (subbab 7.1) dan Metode Integral Parsial (subbab 7.2) pada pertemuan pertama (catatan kuliah ada di buku, full ngotret di papan tanpa slide presentasi). Saya memberikan 10 buah PR dari subbab 7.1 & 7.2 di akhir pertemuan itu dan mengumumkan akan memberikan tes awal pada pertemuan selanjutnya. Tes awal tersebut hanya 2 soal, soal pertama diambil dari PR sedangkan soal kedua saya ambil dari contoh soal pada subbab 7.3 yang belum saya sampaikan di kelas (ini juga saya umumkan lho ya). Berasa ujian pas di alam kubur aja ya soalnya udah dibocorin duluan(?). Pada pertemuan kedua, saya menjelaskan tentang subbab 7.3 (slide terlampir ya: Matematika IIA (subbab 7.3)).

Hasil tes awal?

Rata-rata nilai untuk soal pertama adalah 4.3 dari 5. Keren ya mereka? Tidak diragukan lagi bahwa mereka sukses dalam menyerap informasi di kelas dan dapat mengulang pelajaran secara mandiri di luar kelas. Nah, bagaimana dengan soal kedua? Rata-rata nilai hanya 1.3 dari 5 dong. Jeng.. Jeng.. Hanya 8 dari 63 mahasiswa yang dapat menjawab soal dengan baik dan benar. Boleh tidak saya curiga bahwa mereka tidak membaca sama sekali subbab 7.3? Sayang sekali ya.

Memang sih, beberapa dosen bisa diandalkan saat mengajar di kelas. Mereka bisa menyampaikan materi dengan elegan dan kebanyakan mahasiswa akan memahaminya. Tapi, bagaimana jika kita tidak seberuntung itu? Apakah hanya akan mengeluh dan menyalahkan dosen? Atau mencari solusi dan memberikan yang terbaik bagi diri sendiri?

Salah satu tips yang mudah sekali dikerjakan: Rangkum materi pelajaran dan salin contoh-contoh soalnya sebelum dosen memberikan materi tersebut. Supaya masuk kelas sudah ada modal gitu lho.. Semoga bermanfaat ya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s