Salah Urat


Saya tidak sok menyalahkan si urat ya.. Apalagi menulis tentang bakso urat. Bukan.. Bukan.. Bukan tentang itu yang ingin saya sampaikan melalui tulisan ini. Ini cerita tentang salah urat si jari manis kaki kiri. Hehehe..

Beberapa pekan lalu, saya terantuk batu saat (sok jago) loncat ketika renang. Awalnya nyeri tidak terkira, saya kira luka biasa.. Ternyata saya sampai demam di malam hari. Dan waw, tidak bisa berjalan di hari berikutnya. Kaki kiri saya gembrotnya gak bercanda. Jelek sekali kelihatannya.. Kalau rasanya seperti apa, jangan dibayang-bayang deh.. :”(

Alhamdulillaah, siangnya ada mamak pijit yang bersedia ‘ngelus-ngelus’ si kaki. Beliau bilang kaki saya misalah. Itu istilah Sunda untuk salah urat. Urat jari manis kaki kiri tertarik dan berkumpul di satu titik. Mirip iklan balsem apa gitu, lupa. Elusan mamak pijit bikin saya menjerit-jerit. Aslining sakitna..!! Setelah tangisan bombay lebay, alhamdulillaah si kaki bisa napak dan jalan walau masih tertatih-tatih. Makasi, Mamak!!

Hal lucu yang selalu membuat saya tersenyum kecil saat mengingatnya adalah bahasa Sunda yang digunakan mamak pijit sangat halus. Super halus sampai saya tidak bisa memahami maksudnya apa. Di tengah jeritan, saya sempat-sempatnya minta di-translate-in perintah dari mamak pijit ke teman. Hihihi..

Maha Sempurna Allah, yang telah menciptakan tubuh ini. Dan di dalamnya terdapat hak untuk dijaga sehingga dapat beribadah dengan optimal. Masya Allah!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s