Rakernas Beastudi Etos


Akhir November lalu, tepatnya tanggal 28 November 2013, saya dan rekan-rekan manajemen Beastudi Etos Wilayah Bandung berangkat ke Padang. Kami berempat terbang dari Soekarno-Hatta International Airport (SHIA) dan memilih travel Cititrans untuk perjalanan ke sana. Sebenarnya saya telah memesan travel lain yang armadanya menggunakan mobil Alphard, tapi kami batalkan karena terlalu mahal (dana umat gitu lho!). Karena sedikit ‘kericuhan’ yang disebabkan salah pahamnya saya terhadap kebijakan untuk member di pool Ciwalk Cititrans, kami memperoleh diskon Rp.5,000 (penting banget ya yang ini, hehe). Alhamdulillaah, perjalanan ke SHIA lancar jaya dan kami masih punya banyak waktu menunggu jadwal keberangkatan pesawat Lion. Sambil menunggu, tentu ada drama makan di restoran tersertifikasi halal atau tidak. Saya yang belum makan siang siih..sudah membayangkan menu Nasi Goreng atau Kwetiau Seafood-nya Solaria. Kami akhirnya memilih restoran biasa dan meninggalkan keraguan (isu Solaria santer banget ya..). Inget, Gan, enak itu cuma sampai lidah!! Setelah check-in, kami menunggu bersama rekan Etos dari daerah lain (berasa reuni di pesawat nih, heu).

Oia, ada info tambahan bahwa Solaria telah tersertifikasi halal oleh MUI🙂

Ini kali pertama saya ke Padang lho, dan pandangan pertama bikin jatuh cinta. Kotanya sederhana, belum banyak bangunan yang tinggi menjulang, budaya lokal sangat terasa, penduduknya ramah dan makanannya enak (cocok dilidah walau kadang terlalu pedas). Dua hal yang bikin hati jadi waas yaitu kondisi alam dan warung lokal. Alamnya sangat indah dan terjaga (dibanding di Bandung ya tentunya, heu). Air sungai yang melewati kota berwarna hijau, semacam Green Canyon di Cukang Taneuh. Di Padang tidak ada riitel market, keren ya!! Berasa balik ke jaman baheula pisan..😛

Rakernas kali ini bertempat di kota Padang dan di dekat Danau Maninjau. Saya belum merasakan kelok 44 setengah yang terkenal, tapi perjalanan ke Maninjau cukup membuat mual perut. Dan, tentunya segera terobati setelah sampai di resort tempat kami menginap. Ada bonus melihat air terjun Lembah Anai di pinggir jalan pula. Indah!! Suasana di resort hampir selalu hujan, berkabut dan susah sinyal (alhamdulillaah ada Wifi di tempat rapat, jadi tetap bisa berinternet ria — gak pake alay update-update status geje loh..wkwkwk). Suasananya enak buat santai, bobo-bobo cantik dan menenangkan diri dari hiruk pikuk dunia persilatan yang dibikin pusing sama sendiri (lebay!)😀

ImageKeren ya pemandangan saat kabutnya tersibak? Allahuakbar!!

Setelah melewati rapat kerja yang melelahkan dan menyenangkan, ada bonus city tour untuk peserta yang tiket pulangnya sore/malam. Sayangnya, kami hanya sempat ke Jam Gadang di Bukit Tinggi. Jam Gadang itu unik lho, angka 4-nya ditulis ‘IIII’ buka ‘IV’. Dari literatur terpercaya, yaitu internet (haha), pada jamannya memang ada penggunaan romawi ‘IIII’ karena mempertimbangkan estetika letak angka pada jam. Browsing-browing sendiri aja ya, mosok mesti ditulisi juga.. Hehehe..

Image Lain kali kalau dapat penerbangan terakhir, kami akan sewa mobil supaya jalan-jalannya kenyang!😛

Sampai jumpa, Padang!! Kota yang menyenangkan untuk dinikmati.. :* :*

One thought on “Rakernas Beastudi Etos

  1. Pingback: Seminar Internasional di Kampus | Setitik Nilai di Garis Kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s