Murid dan Guru


Saya tulis murid terlebih dahulu sebagai penghargaan kepada mereka. Mereka yang mengajarkan banyak hal pada saya; memperdalam pengetahuan dan arti kesabaran.

Benar lho bahwa cara belajar yang sangkil dan mangkus itu dengan berbagi ilmu kepada orang lain. Seringnya, saat menjelaskan di depan kelas, walau sudah dengan persiapan matang, tetap ber-‘ooh’ seperti menemukan ilmu tersebut untuk pertama kalinya. What a precious moment!

Dianugerahi murid yang pintar maupun dididik oleh murid yang lemot, keduanya sangat berharga. Murid yang cerdasnya lebay, diluar kemungkinan dia akan sombong dan/atau hobi nge-tes guru, merupakan teman diskusi yang menyegarkan dan sesekali meluruskan kecerobohan saya dalam men-transfer ilmu di kelas. Walaupun terkadang jadi heboh-asyik-bergerombol di depan papan tulis. Sampai salah satu dari mereka ber-‘ooh, saya paham’ atau saya yang mengakui kesalahan. Heu..

Murid yang lemot? Saya tidak akan membahas lemot dan tukang buat onar di kelas ya; hobi ngegosip di kelas. Uuh, menyebalkan sekali! Lemotnya jangan disebar-sebar ya, nak.. Kalau belum paham, sila tanya saya saja. Kalau tidak sanggup, lebih baik tidur daripada mengganggu teman di sekitarnya.

Beberapa murid berperilaku sangat manis lho. Walaupun mereka kesulitan untuk mengikuti kecepatan mengajar saya, terlihat dari post-test di pertemuan pertama, tapi kemauan dan kesungguhan belajar sangat tinggi. Berkali-kali mengulang penjelasan pun tak apa, senang melihat tatapan nanar menjadi binar paham di mata mereka. I’m such a proud teacher :”)

I love teaching!!

One thought on “Murid dan Guru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s