Tak Kenal Lelah, Datanglah!


Sudah hampir tiga jam, aku duduk di sudut cafe. Santai, ditemani duo Cappuccino, sepotong donat, internet dengan kecepatan tinggi dan listrik yang memadai. Seharusnya suasana sangat mendukung untuk meneliti, atau terlalu nyaman ini? Sebentar-sebentar menoleh internet, sebentar-sebentar menyeruput minuman, sebentar-sebentar menggigit ujung donat, dan sebentar-sebentar lainnya. Tak henti menginterupsi konsentrasi meneliti ini. Apa yang salah ya..?

Mau menyinggung soal motivasi? Sudahlah, akan banyak pihak dan impian yang jadi alasan. Mau melakukan pembelaan, dengan sibuknya kegiatan? Seharusnya siap dengan segala konsekuensi dari pilihan yang diambil. Lagipula, akan banyak teladan yang pasti membuat muka tertunduk malu. Apalah diri ini..

Dan seperti biasa, selesai menulis kegelisahan ini, menemukan jawaban bagi diri: ‘Mengikutsertakan Allah swt. dimanapun dan kapanpun’.

Self noted: nikmat beribadah itu amanah, pantaskan diri untuk menerimanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s