Kopi Luwak


Hari Ahad, harinya survey!

Perjalanan dimulai pukul 9 pagi, matahari cukup cerah untuk membakar punggung telapak tangan adikku. Maklum, tur-nya ngojek. Tujuan kami, Ciwidey-Soreang-Cimahi-Lembang-Dago-Rumah. Lumayan kan??

“Rie, ko di sini (Ciwidey, red) banyak yang jual kopi luwak?” tanyaku. “Ciwidey kan emang pusatnya, ka..” Arie menjelaskan. Contoh pertanyaan yang kuajukan, lainnya.. Kenapa isi bensin full-tank bisa pas, kenapa supir angkot memberi kode lambaian tangan ke angkot di belakangnya, kenapa pilih rute ini, dan kenapa-kenapa lainnya😛

Turun dari Ciwidey, kami sempatkan mampir di Careuh Coffee. Kopi luwak aseli Indonesia lho! Jempol deh!!

Mas Hisyam, salah satu pemiliknya banyak menjelaskan tentang kopi ini. Mereka punya penangkaran luwak dekat situ. Boleh dilihat tapi karena waktu dan mendungnya awan kami tidak mampir. Kopi Arabica, yang dipilih karena lebih kuat rasa dan aromanya, diperoleh dari petani sekitar. Pemberdayaan pisan (y)

Awalnya masih ragu mengkonsumsi kopi luwak karena ada yang bilang masih khilafiyah ke-halal-annya. Ternyata merk Careuh Coffee sudah ada sertifikasi halal dari MUI. Horreee!!!

Enaknya kopi luwak, kadar asam lebih rendah dari kopi biasa. Mas Hisyam bilang karena sudah dicerna oleh luwak. Cocok-lah untuk awak😛

Sudah ngobrol ke sana ke mari.. Pas mau bayar, ternyata dompet kosong X_X

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s