Product and Product Capacity


Oleh-oleh dari Rakernas, salah satu pemateri memberikan taujih mengenai salah satu klasifikasi tsaqafaah dalam Islam. Aku sudah mencatat materinya, tapi hilang otomatis karena henpon ku reboot beberapa waktu lalu (setelah upgrade salah satu aplikasi di henpon).

Beliau (pematerinya) mengutip cerita dalam buku 7 Habits-nya Covey, tentang Angsa yang Bertelur Emas.

      Alkisah, hiduplah seorang petani miskin yang memiliki seekor angsa. Pada suatu pagi ia menemukan sebutir telur keemasan teronggok di samping angsanya. Pertama ia mengira itu adalah khayalannya semata, namun setelah ia memegang dan mengecek telur itu, ternyata telur itu adalah telur emas!

Tentu saja sang petani tersebut merasa takjub, tak percaya namun girang. Namun ternyata ini adalah kenyataan. Setiap hari ia bangun dan menengok sangkar angsanya, dan setiap pagi pula ia menemukan sebutir telur emas.

Hari demi hari ia jalani dengan enaknya. Namun seiring dengan waktu, ia semakin serakah. Ia semakin tidak sabar dengan hanya munculnya 1 butir telur emas setiap hari. Akhirnya, karena ketamakannya, pada suatu hari ia membunuh angsa itu dengan harapan untuk mengambil seluruh telur yang ada di dalamnya. Namun apa yang terjadi? Tidak ada telur emas di dalam tubuh angsa itu. Dan sejak hari itu pun, tak ada lagi telur emas yang menghiasi hidupnya..

Sumber cerita http://lamunan-sejenak.blogspot.com/2005/08/cerita-angsa-bertelur-emas.html

Lalu beliau menganalogikan kasih sayang dalam pernikahan, padahal beliau tahu banyak yang belum nikah.. Doh!

Misal suami menginginkan kasih sayang dari istri: pulang kantor disambut dengan wajah sumringah dan pakaian yang layak dihadapan suami, disiapkan minuman hangat, disiapkan air hangat untuk mandi, makan malam yang enak, rumah yang rapih dan bersih, tempat tidur yang hangat, dan lain-lain.

Itu gw tambah-tambahin, biar seru aja :p

Suami malah ngomel-ngomel, ‘Umi, Abi dateng itu disiapin blablabla dong!’

Si suami terlalu fokus pada product-nya, kasih sayang. Tapi tidak memperhatikan istri sebagai product capacity.

Potong aja, potong aja, angsanya!!

Hm, sepemahamanku..
Cara terbaik untuk mendapatkan sesuatu adalah dengan memberi..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s