Telaga Kenangan yang Tak Terlupakan


Tumben ada surat yang masuk ke folder inbox salah satu e-mail-ku yang jarang kubuka, milis ini baru ramai kalau ada berita pernikahan sih :p

      Suatu saat Umar Tilmisani, diundang menghadiri acara ifthar (buka puasa) didaerah Iskandaria. Mereka telah menyiapkan hidangan berbuka. Didalamnya dihidangkan Jus Mangga. Salah seorang ikhwan membawakan segelas Jus Mangga kepada Umar Tilmisani.

Tiba-tiba saja wajah Umar Tilmisani berubah pucat. Ia pun menolak pemberian Jus Mangga itu. ”Apakah ada alasan kesehatan, sehingga Anda dilarang minum Jus Mangga?” tanya salah seorang ikhwan.

“Oh, tidak. Jazakallahu khairan katsiira. Tidak ada larangan minum Jus Mangga untukku,“ kata Umar Tilmisani sambil tetap menyimpan kesedihannya.

Usai acara, salah seorang ikhwan kembali bertanya, kenapa ia menolak meminum jus tersebut. Dengan menahan kesedihan, Umar Tilmisani bertutur. Kata-katanya pelan dan menyimpan kesenduan. ”Saya biasa pulang kerja agak terlambat dan saya dapati istri saya telah lama menanti. Biasanya, meja dihadapannya telah tersedia dua gelas Jus Mangga. Kami lalu menikmati bersama-sama,” Umar terdiam sejenak. Lalu, ia kembali bertutur, ” Setelah istriku meninggal, berat sekali bagiku minum Jus Mangga tanpa dia.”

Muhammad Abdul Halim Hamid dalam Min Hayatil Mursyidiin lil Jama’atil Ikhwanul Muslimin, menuturkan kisah tersebut.

Dalam kehidupan para kekasih ternyata ada hal yang tidak bisa tergantikan. Ada potongan hidup yang tidak bisa terbelikan. Mungkin sebuah peristiwa dengan mudah direkonstruksi ulang, tetapi tanpa kehadiran sang kekasih, seakan seluruh peristiwa itu menjadi kering keberadaannya.

Komentar-komentar yang ada:

  • Mungkin lebih menarik, kalau jus-nya Jus Alpukat. Ya kan, say..??
  • Alhamdulillaah kita diberi kemampuan untuk menyimpan memori masa lalu yang kita ingat untuk mengenang atau belajar darinya. Ibarat kaca spion, sesekali kita lihat. Tapi, fokus nyetir tetap melihat ke depan.
  • Itu tanda dalamnya cinta ya? Luar biasa, banyak kayaknya yang seperti itu.

 

Nice story😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s