Shuhaib Hijrah ke Yatsrib


Ketika Rasulullah memerintahkan kaum muslim untuk hijrah, Shuhaib segera mempersiapkan barang-barangnya dan segera berangkat. Kaum Quraisy selalu menghalang-halangi umat muslim yang akan hijrah. Pada suatu kesempatan Shuhaib berhasil menyelinap, namun belum lagi setengah perjalanan kaum Quraisy berhasil menngejarnya. Ketika mereka mendekat, Shuhaib berlari dan naik ke tempat yang lebih tinggi lalu mempersiapkan busur dan anak panahnya.

“Hai kaum Quraisy, kalian pasti tahu, aku adalah orang yang sangat mahir memanah. Demi Allah, jika kalian memaksa mendekatiku, kalian tidak akan mendapatkan apapun kecuali hujan anak panahku. Jika anak panahku habis, akan kuhancurkan kalian dengan pedangku. Aku tidak akan menyerah selama tanganku masih memegang senjata,” teriak Shuhaib.

Melihat kaum Quraisy tidak gentar dengan ancaman anak panahnya, Shuhaib berkata, “Bagaimana jika kuserahkan seluruh hartaku pada kalian? Apakah kalian akan membiarkanku pergi?”

Rupanya penawaran itulah yang dinanti-nantikan kaum musyrik Quraisy. Mereka langsung menyambut tawaran itu dengan gembira, “Ya.”

Shuhaib melanjutkan perjalanannya ke Yatsrib. Ia tempuh medan perjalanan yang berat siang dan malam tanpa kenal lelah hanya berbekal keimanan dan kecintaan kepada Allah dan Rasulullah. Ketika ia tiba di Yatsrib, Rasulullah tiba-tiba berkata, “Perniagaan yang beruntung, wahai Abu Yahya, perniagaan yang beruntung!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s