Cerdas Beribadah


Dikutip dari buku yang sedang aku baca, “Rindu yang Berujung Surga”, karangan Abul Miqdad al Madany. Bagian cerdas beribadah ada dua, masing-masing menceritakan kisah penuh hikmah yang berasal dari waktu lalu. ‘Ini pentingnya kita mempelajari sejarah,’ kata temanku.

Mempelajari sejarah, supaya tidak (selalu) mengulangi kesalahan (bodoh) yang sama. Mungkin, ini sebabnya ‘membaca’ jadi perintah Allah yang pertama. Dalam hal ini, ‘membaca’ catatan sejarah. Sejarah siapapun, terutama diri kita. Iya sih, ada kesalahan yang terlanjur mengkarakter (udah jadi kerak nih). Kesalahan pada orang lain? Bertobat, menyelesaikan urusan dengan yang bersangkutan, (terakhir) berdamai dengan diri sendiri. Kesalahan terhadap diri sendiri? Wah, bahasa tersulit adalah jujur pada diri sendiri. ‘Aku adalah yang aku lihat di cermin,’ tulis Pidi Baiq di salah satu bukunya.

Ada kasus lucu, sepengamatanku akhir-akhir ini, kasus dimana ‘berdamai dengan diri sendiri’ jadi fase yang terdistract (naon deui, gitu lah ya). Efek terendah (mudharat ke orang lain super minimal), adalah Psikosomatis. Macem-macem sih bentuknya (lupus juga), misal mual-mual dan nyeri di bagian tubuh tertentu. Efeknya ke diri sendiri saja kan? Yah, moga-moga pas akhawat yang mual-mual tidak beredar gosip hamil dan nikah sirri (ahaha!!). Nah, efek yang lebih besar mudharat bagi orang lain adalah Defense Mechanism (bener gak ya, nulisnya?). Pasien tuh (kata psikolog aja ‘sakit’) nyadar banget kesalahan dirinya apa tapi tidak dapat menerimanya. Akhirnya, pasien ini mencari kambing hitam (usaha-usaha probbing lah!). Yah, hitung-hitung ngareug-reugkeun hate sorangan (in sundanesse na mah). Kerjaannya mirip media di Indonesia, membangun opini dan menyebar berita (mending kalo bener). Kasian aja tuh si kambing hitam!!

Balik lagi ke Cerdas Beribadah, bagian membaca sejarah. Cek cerita di bawah ini:

Seorang pria mengunjungi sahabat nabi bernama Tamim Ad-Dary. Tujuannya hanya satu, ia ingin mengetahui bagaimana Tamim Ad-Dary ra. menyelesaikan ayat demi ayat di Al Qur’an.

“Berapa banyak wirid dan ayat yang Anda baca setiap harinya?” tanya pria itu membuka percakapan mereka. “Hmmm, barangkali engkau ini termasuk orang yang membaca Al-Quran di malam hari, lalu di pagi harinya mengatakan kepada orang lain, ‘Malam tadi aku telah membaca Al-Quran.’ Sungguh demi Allah, wahai saudaraku, bila aku mengerjakan tiga rakaat saja di saat malam, itu jauh aku senangi dari pada menyelesaikan Al Quran dalam satu malam, namun di pagi harinya aku kemudian menceritakannya kepada orang lain,” jawab Tamim.

Nampaknya pria itu sedikit emosi mendengar jawaban Tamim. Maka ia berujar, “Ah, kalian para sahabat nabi, seharusnya yang masih hidup dari kalian ini diam saja dan tidak usah bicara. Kalian justru tidak mau mengajarkan ilmu kalian, malah kalian menyalahkan orang yang bertanya kepada kalian !”

“Jangan engkau salah paham, saudaraku. Sekarang apakah engkau mau kujelaskan satu hal yang mungkin tidak kau pahami ?” tanya Tamim. “Cobalah engkau renungkan, jika saja aku ini seorang mukmin yang kuat, dan engkau adalah mukmin yang lemah, lalu engkau berusaha membawa bebanku dengan segala kelemahanmu, sehingga akhirnya engkau kemudian tidak sanggup memikulnya. Menurutmu, apakah yang akan terjadi ? Engkau hanya akan mengalami sebuah kejemuan dalam beribadah. Demikian pula bila sebaliknya. Maka saudaraku, berikanlah sesuatu yang sesuai batas dirimu sendiri untuk agama ini, dan ambilah dari agama ini apa yang engkau mampu untuk melaksanakannya secara perlahan-lahan. Hingga akhirnya kelak engkau dapat istiqamah dan konsisten mengerjakan ibadah yang mampu engkau tegakkan.”

Okay, semua berawal dari niat tentunya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s