Kisah Teladan di Juni


Pada awal tahun ketujuh kenabian, kaum musyrikin semakin menindas kaum muslimin sehingga Rasulullah menyuruh para sahabat untuk kembali hijrah ke Habsyah. Orang-orang Quraisy berkumpul dan sepakat untuk mengirimkan utusan kepada Raja Najasy agar mau mengembalikan kaum Muhajirin. Diutuskanlah Abdullah ibn Abi Rabiah dan Amr ibn al-Ash ke Habsyah, mereka membawa hadiah untuk setiap panglima dan Raja Najasy. “Tidak! Aku tidak akan menyerahkan kaum Muhajirin. Setiap yang datang ke negeriku akan mendapatkan perlindungan. Aku akan memanggil kaum Muhajirin dan memastikan kebenaran ucapan kalian. Jika mereka seperti yang kalian ucapkan, aku akan mengembalikan mereka. tetapi jika  mereka tidak seperti yang kalian ucapkan, aku akan tetap melindungi mereka,” ucap Raja Najasy ketika Abdullah ibn Abi Rabiah dan Amr ibn al-Ash memfitnah kaum Muhajirin memeluk agama yang menyimpang. “Baginda Raja! Dulu kami adalah kaum jahiliyah. Kami menyembah berhala, memakan bangkai, melakukan kejahatan, memutus hubungan persaudaraan, tak menghormati tetangga. Begitulah kondisi kami hingga Allah mengutus Rasul dari bangsa kami sendiri. Kami mengenal silsilah keluarganya, kejujurannya, dan kehormatannya. Rasul itu mengajak kami menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya. Rasul memerintahkan kami untuk berkata benar, menjalankan amanah, menjalin persaudaraan. Ia melarang kami melakukan perbuatan keji, berucap dusta, memakan harta anak yatim, dan menuduh zina perempuan yang telah bersuami. Kami mendapat perintah membayar zakat, melaksanakan shalat, dan berpuasa. Kami membenarkan Rasul itu dan mempercayainya. Kami mengikuti apa yang ia sampaikan dari Allah. Kami menyembah hanya kepada Allah. Dan, sebab semua itu, kaum kami menyiksa kami agar kembali kepada agama kami dan menyembah berhala. Mereka menekan, menindas, dan menzalimi kami. Sebab itulah kami memisahkan diri dari kaum dan meminta perlindungan padamu. Di sini, kami berharap tidak mendapat perlakuan zalim,” ucap Ja’far ibn Abu Thalib. Raja Najasy meminta Ja’far membacakan ayat Al Quran, lalu Ja’far membaca beberapa ayat dari surat Maryam dan membuat Raja menangis hingga janggutnya basah. “Agama mereka dan agama yang dibawa oleh Nabi Isa keluar dari lentera yang sama,”ucap Raja. Raja menoleh kepada Abdullah ibn Abi Rabiah dan Amr ibn al-Ash, “Kalian pulanglah! Sungguh! Aku tidak akan menyerahkan mereka. Mereka tidak boleh disakiti oleh siapapun.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s