Kupenuhi Panggilan-Mu


‘Alhamdulillaah.. akhirnya adzan,’ sahutku dalam hati. Segera kuambil air wudhu, basuhannya membuat kerutan di jidatku menghilang. Shaum, akhir-akhir ini, seperti di bulan Ramadhan saja. Rasa hausnya kadang tak tertahankan. Mulut ini jadi lebih nyaman tidak banyak bicara (memang itu yang lebih baik, kupikir).

Jadi teringat, suatu hari di Ramadhan lalu. Aku berangkat cukup pagi ke Salman. Aku keluar rumah sekitar pukul 07.30, mencegat bis Damri dengan trayek Jatinangor – Dipati Ukur di pertigaan Kurdi – Moh. Toha (adem, banyak pohon sih). Lama menunggu akhirnya, bis langganan (jika tidak berangkat bersama Mas Arie) datang juga. Duuh, posisi bis saat belok kiri dari Sukarno Hatta ke Moh. Toha sudah tampak miring. ‘Pasti penuh,’ sesalku. Tapi, demi komitmen (a.k.a kadung nunggu lama), aku cegat juga dia. Benar saja, itu kali pertama aku nangkel di pinggir pintu bis Damri. Kurang pegang gitar aja, bisa naik gratis tuh (sekalian ngamen gitu, heuheu). Subhanalllaahnya, posisiku saat itu segaris dengan mentari pagi. Emh, vitamin D di pagi yang sangat cerah! Beda tipis sama kegerahan dan kepanasan deh. Di seberang pertigaan setelah kereta api di jalan Laswi, ada billboard besar iklan Teh Botol Sosro. Aku perjelas ya, billboard iklan Teh Botol Sosro dingin yang bulir-bulir air menetes darinya. Astaghfirullaah.. aku mau berbuka dengan es teh manis hari ini!!

Ngacay teu puguh lah, ahaha.. FYI, aku memang berbuka dengan es teh manis sorenya =D

Intermezo ya, balik lagi ke adzan di paragraf pertama. Sejadah kugelar menghadap ke lemari (masih ke arah kiblat ko). Kutunaikan shalat Ashar sendirian karena rumah sedang sepi. Setelah menutup doa dengan sujud syukur, aku tertegun memandangi dream board yang kubuat saat SIAWARE tahun 2008 lalu. Dream board yang berisi impianku selama periode 23 November 2008 sampai tiga tahun kemudian.

Sama seperti kuatnya pengaruh billboard di perjalanan ke Salman, konten dream board yang setiap shalat di rumah selalu terlihat itu satu per satu terwujud. Asimilasi? Agitasi? Atau abrasi (gak banget)? Apa ya istilah psikologinya.. Walaupun efek sampingnya tidak separah Tugas Akhir atau Tesis (diet pake ini efektif lho, lebih dari susu unta), dream board seperti sudah ada di alam bawah sadarku. Dan kaki ini melangkah ke terwujudnya impian-impian yang tertempel disana.

Kuulangi sujud syukurku, alhamdulillaah.. satu lagi impianku terwujud. Telah kupenuhi panggilan-Mu ke tanah suci tahun ini, ya Rabbi.. Langkah-langkah (analogi saja, naik pesawat ko) ke rumah-Mu begitu mudah kuayunkan, pertolongan-Mu sungguh tak terduga!!

Alhamdulillaah, semoga Engkau ridha pada semua kebaikan ini dan catatlah sebagai amal shaleh sebagai bekal untuk berjumpa dengan-Mu..

Memang cinta-Mu yang takkan pernah pudar =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s