Kisah Teladan di April


Hasan dan Husain, cucu Rasulullah saw., berselisih pendapat saat masih kecil. Untuk mendamaikan keduanya, salah seorang sahabat berkata kepada Husain, “Berdirilah! Temui kakakmu! Ia lebih tua daripada kamu, kamu harus mendahuluinya.” Husain menjawab, “Bukan saya tidak mau mengalah, Paman. Namun, saya pernah mendengar kakekku bersabda, ‘Apabila ada dua orang sedang dalam perdebatan. Lalu salah satu meminta ridha kepada yang lain maka ia lebih cepat masuk surga.’ Aku tidak ingin mendahului kakakku masuk ke surga.” Ucapan Husain itu disampaikan kepada Hasan yang bersegera meminta maaf pada adiknya.

Amr bin Ash menceritakan bahwa suatu hari Rasulullah saw. bersabda, “Apabila Allah swt. telah mengumpulkan semua makhluknya maka akan ada seruan, ‘Siapakah orang-orang yang ahli keutamaan?’ Lalu banyak orang berdiri dan bersegera memasuki surga. Malaikat bertanya apa keutamaan mereka, mereka menjawab, ’Apabila kami berada dalam keadaan dianiaya kami bersabar dan apabila ada yang berbuat buruk kami memaafkan.’ Lalu diserukan lagi, ‘Siapakah ahli bersabar?’ Lalu banyak orang berdiri dan masuk ke surga. Malaikat kembali bertanya bagaimana kesabaran mereka, mereka menjawab, ‘Kami bersabar terhadap musibah yang diberikan Allah swt.’ Lalu terdengar seruan, ‘Dimana orang-orang yang senantiasa mencintai karena Allah swt.?’ Banyak manusia berdiri dan bersegera ke surga. Saat malaikat bertanya bagaimana cinta mereka, mereka menjawab, ‘Kami mencintai hanya karena Allah swt. dan saling memberi karena Allah swt.’ Setelah golongan-golongan ini masuk surga, timbangan amal diletakkan untuk menghisab amal manusia.”

Pada suatu hari putra Umar bin Khattab datang ke kantor pemerintahan sambil menangis. “Anakku, kenapa engkau menangis?” tanya Umar. “Anak-anak menyobek bajuku dan berkata, ‘Lihatlah berapa banyak tambalan yang ada di baju putra Amirul Mukminin?’” jawab anaknya sambil menangis. Lalu Umar menemui pemegang  kunci Baitul Mal dan berkata, “Pinjami aku uang empat dirham dan aku akan mengembalikannya dengan potong gaji.” Penjaga Baitul Mal bertanya, “Wahai Khalifah, apakah engkau percaya engkau masih hidup di bulan depan? Jika aku berikan uang itu lalu apa yang akan engkau lakukan jika ternyata engkau meninggal sedangkan uang dirham Baitul Mal itu masih ada padamu?” Mendengar jawaban itu Umar menangis tersedu lalu meminta anaknya untuk kembali bermain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s