Jalan Kematian


Hidup ini hanyalah sementara. Serem kan kalo selamanya (sampai kiamat)? Kulit kisut, tulang rontok, gigi hilang, wah ripuh deh. Kemungkinan besar manusia hanya terbaring sambil menunggu sangkakala ditiup. Nah, alhamdulillaah hidup dibatasi oleh fungsi waktu. Namun, jadi penting untuk menjaga kualitas kehidupan kita. Salah satunya dengan menjaga hati. Rasulullah saw. pernah berkata bahwa hati mudah berkarat dan cara untuk menjaganya adalah dengan membaca al quran dan mengingat kematian. Membaca alquran, jelas-lah yaa… Bagaimana dengan mengingat kematian?? Hal-hal yang harus diketahui agar kita mudah mengingat kematian adalah:

  1. Mengetahui cara-cara mengingat kematian
  2. Mengetahui proses kematian
  3. Mengetahui apa yang terjadi
  4. Mengetahui apa yang harus dipersiappkan dalam menghadapi kematian

Pertama kita bahas mengenai proses kematian (lainnya kapan-kapan yaa, heuheu). Proses kematian dapat dibedakan dalam dua tipe, kematian seseorang yang shaleh dan fajir. Jika seseorang yang shaleh meninggal, malaikat mempersiapkan kain kafan yang terbuat dari sutera lembut dan harum. Ruhnya akan ditarik penuh kelembutan (selembut-lembutnya tetep aja Rasulullah saw. kesakitan ya?? Teu kabayang mun nu fajir kumaha), dibungkus menggunakan kain kafan tersebut, dan dibawa menuju pintu langit. Sesampainya di pintu langit, ruh itu ditanya siapakah dia (nama bapak kita kesebut nih mun kitanya shaleh). Lalu dia dimasukkan ke alam barzakh yang sangat luas dan indah, yang didalamnya para syuhada dapat terbang.

Saat dia memasuki alam barzakh, muncullah makhluk yang indah (kalo perempuan cantik dan lelaki ganteng). Mereka adalah amalan-amalan selama di dunia yang akan menemani kita sampai bertemu dengan Allah swt. Well, makin bagus amalan kita makin ganteng kali ya?? Nah, penting bagi kita untuk mempunyai amalan andalan selama di dunia. Entah itu shalat malam, entah shaum, entah, dhuha, entah sedekah, dll. Misal al quran adalah amalan andalan kita saat di dunia (a.k.a menjadi sahabat alquran). Dalam artian, interaksi kita dengan al quran sangat erat; membaca, menadabburi, menghapal, mengamalkan, dan menyampaikan (yang mudah terukur bacaan dan hapalan). Di akhirat nanti akan ada ‘pesta’ khusus sahabat al quran. Setiap peserta ‘pesta’ diminta membaca hapalannya dan menempati maqam yang sesuai dengan jumlah hapalan. Jangan ikut kelas juz amma deh, penuh karena banyak peminatnya (heuhue). Jika seseorang sudah sampai maqam tertinggi, al quran akan meminta pada Allah untuk menaikkan derajatnya. Lalu Allah menambahkan derajatnya, memberi mahkota dan pakaian kehormatan, menyelamatkan orangtuanya dari neraka atau mengangkat derajat orangtuanya di surga. Bayangkan, ini bisa jadi balas budi terbaik atas kasih sayang mereka selama ini!!

 

Suatu kali ada seseorang yang dikejar oleh malaikat (yang tukang nyiksa). Dia berlari dengan cepat sampai akhirnya bertemu dengan kakek renta. Berkali-kali dia memohon pertolongan tetapi kakek itu hanya menjawab, “Maaf, saya tidak bisa menolong kamu. Coba pergi ke sana (sambil menunjuk ke atas bukit), mungkin ada yang bisa menolongmu.”

Ternyata kakek renta itu adalah amalannya selama di dunia. Coba saja dia beribadah dengan sebaik-baik amal.

Iming-iming meninggal sebagai syuhada juga ajib lho, check it out:

  1. Seluruh dosanya (kecuali hutang) dihapus.
  2. Mendapat baju kehormatan.
  3. Diteguhkankan hatinya dan selamat dari fitnah kubur.
  4. Diberi ketenangan di padang makhsyar.
  5. Dapat memberi syafaat kepada 70 orang keluarganya.
  6. Mendapat 73 (per orang??) bidadari surga yang khusus disediakan bagi para syuhada.
  7. Mendapat kedudukan mulia di syurga.

Pada tahukan, jika air liur bidadari ngeclak ke laut (sedikiiit aja) maka laut akan menjadi manis. Ini kalo para pemuda pada ngeh, gak bakal kali seseruan pas VD kemarin!!

Asik kan??? Sekarang kita singgung sedikit mengenai proses kematian seorang yang fajir. Saat malaikat mencabut ruhnya seorang yang fajir dengan paksa, kain kafan yang kasar dan bau sudah dipersiapkan. Pintu langit tidak ada yang terbuka untuknya. Alam barzakh disempitkan baginya, hingga kedua bahunya bertemu. Dalam surat al A’raf dinyatakan bahwa pintu langit tidak akan terbuka bagi seseorang yang mendustakan ayat-ayat Allah swt. dan sombong (tidak mau menerima kebenaran dan mencela orang lain) sampai unta dapat masuk ke lubang jarum.

Baru sampai situ aja udah serreeemmm…

Muliakanlah hidup kami dan wafatkan kami sebagai syuhada =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s