Motivasi: Optimalisasi Ansyithah Ibadah Ramadhan


Sabtu, 11 Juli 2009, adalah hari pernikahan Muthia dan Fauzi. Pernikahan disiapkan jauh hari sebelumnya. Misalnya pembentukan panitia (most of them from Salman’s dormitory), konsep pernikahan, rangkaian acara, penentuan vendor-vendor pelengkap pernikahan (tempat, katering, tatarias, dekorasi, dlsb), sampai detil pergerakan pager betis (kek maen bola aja neh). Bahkan ada yang kursus dandan kilat menjelang hari-H, untuk kebahagiaan Muthi katanya. Semua itu, demi terjaminnya  kesakralan ritual pernikahan (insyaallah) sekali seumur hidup yang menjadi ikatan kuat. Ikatan kuat bukan hanya antara mempelai tetapi juga antara individu dengan Allah swt. Doaku Myuth: ’Barakallahulaka wa baraka ’alaika wa jama’a bainakuma fii khair.’

Persiapan yang matang menjadi kunci sukses pernikahan. Bagaimana dengan persiapan Ramadhan yang (insyaallah) akan menaungi kita tak lama lagi? Ramadhan menghendaki adanya keinginan kuat dan persiapan matang sebelumnya, agar kebaikan-kebaikannya dapat diraih.

Kalau pernikahan jadi super spesial karena mempertaruhkan setengah dien. Landasan berpikir apa saja yang dapat memotivasi kita agar persiapan Ramadhan menjadi optimal? Kita simak bareng-bareng ya =)

”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al Baqarah: 183)

”Sesungguhnya di dalam surga ada pintu bernama Royyan, tidak ada yang memasukinya kecuali mereka yang shaum Ramadhan.” (Muttafaq ’alaih)

Nabi saw. bersabda, ”Bila Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup, sementara setan-setan diikat.” (HR Bukhari Muslim)

”Setiap amal anak Adam (selama Ramadhan) dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat, bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. Kecuali puasa, Allah swt. berfirman: ’Puasa itu untuk-Ku, dan Aku langsung yang akan memberikan pahala untuknya’.” (HR Muslim)

”Siapa yang berpuasa Ramadhan dengan kesadaran iman dan penuh harapan ridha Allah, akan diampuni semua dosa-dosa yang lalu.” (HR Bukhari Muslim)

”Orang yang berpuasa doanya tidak ditolak, terutama menjelang berbuka.” (HR Ibn Majah, sanad hadits ini shahih)

Semoga kita menjadi golongan yang merindukan dan dirindukan Ramadhan, ”Allahumma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadhan. (Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan).” (HR Ahmad dan Tabrani)

%Road to Ramadhan

%[modeon:=on fire]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s