Beasiswa Bervisi TPB


“Satu demi satu manusia yang ada di sekitar Rasulullah saw berubah. Mereka mengalami proses rekonstruksi (pembangunan ulang) visi dan pandangan hidup mereka tentang Tuhan, tentang diri mereka sendiri sebagai manusia, tentang alam raya yang mengitari mereka, tentang misi kehidupan mereka di dunia. Dan itu menjadi awal dari perubahan besar yang terjadi dalam skala kepribadian mereka. Dan tiba-tiba gurun jazirah Arab dipenuhi oleh manusia-manusia besar yang siap memimpin dunia.”
(Model Manusia Muslim Pesona Abad 21, H.M. Anis Matta, Lc.)

Peradaban Islam yang mulia sepatutnya diemban oleh manusia yang memiliki karakter kuat. Manusia visioner, mampu melaksanakan alur misi dengan tepat, dan memiliki landasan gerak yang kuat mencirikan karakter tersebut. Seseorang yang visioner mampu membuat narasi besar bukan hanya sebagai individu tetapi juga sebagai elemen masyarakat. Narasi yang dapat diejawantahkan menjadi kerja-kerja realistis dan terukur ketercapaiannya. Kerja-kerja yang didasari oleh harapan dan ketakutan kepada Allah swt.

Bagaimana cara mendapatkan manusia yang dapat menjawab tantangan jaman?

Perkembangan karakter dipengaruhi sifat bawaan dan lingkungan eksternal. Sifat bawaan (genetik) dan pola pengasuhan orang tua membentuk karakter dasar manusia. Saat porsi domestik berkurang, lingkungan punya andil dalam membentuk ‘siapa’ aku. Karena kestabilan kepribadian bergantung pada variabel waktu, salah bergaul menempatkan manusia di tingkat rendah. Dengan demikian, ketepatan memilih lingkungan berbanding lurus dengan optimalisasi pembangunan model manusia ideal.

Pemuda sebagai cadangan kekuatan di masa depan menjadi kandidat kuat objek pembangunan model manusia ideal. Alasannya sederhana, ketersediaan dan peluang sukses terbina besar. Tanggung jawab pemuda barulah dirinya sendiri sehingga basis massa pembangunan model manusia ideal terjamin ketersediaannya. Sedangkan masa peralihan dari remaja ke dewasa membutuhkan sistem pembinaan agar terhindar dari kegamangan. Muncullah pemuda-pemuda yang mencari tempat untuk membina diri.

Dimana dapat ditemukan tempat pembinaan diri yang ideal?

Mesjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB) didirikan sejak tahun 19xx. Visi mesjid ini menjadi mesjid kampus yang mandiri sebagai wadah pembinaan insani, pengembangan masyarakat, dan pembangunan peradaban yang islami. Mesjid ini berfungsi sebagai mesjid kampus, mesjid kader, dan mesjid peradaban. Sebagai mesjid kampus, Salman mempunyai misi menumbuhkan dan mengembangkan mesjid Salman ITB sebagai mesjid kampus yang memiliki jati diri islami serta menciptakan suasana kehidupan dan pemikiran yang islami khususnya di lingkungan kampus ITB dan umumnya di masyarakat luas. Sebagai mesjid kader, misi Salman yaitu membangun suatu sistem pembinaan yang mampu menghasilkan intelektual muslim yang berakhlakul karimah dan sanggup menghadapi tantangan jaman. Dengan tercapainya fungsi mesjid kampus dan mesjid kader, Salman menuju terwujudnya misi sebagai masjid peradaban. Misi Salman sebagai mesjid peradaban yaitu mengembangkan model masyarakat islami yang sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman, ikut serta mengantarkan dan mengembangkan masyarakat bangsa Indonesia menuju terwujudnya masyarakat informasi yang islami, dan mengembangkan dan menjalin kerjasama potensi kreatif umat menuju kebangkitan kembali peradaban yang islami.

Salman menyediakan sistem pembinaan untuk membangun model manusia ideal sebagai realiasasi dari visi dan misinya. Beasiswa Bervisi bagi mahasiswa Tahap Persiapan Bersama (TPB) ITB merupakan salah satu program dari sistem pembinaan tersebut. Program ini diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan akademik, hidup, dan keislaman mahasiswa TPB ITB. Sehingga program kerjasama antara Lembaga Kaderisasi dan Rumah Amal Salman ITB dapat melahirkan pemuda yang mengalami rekonstruksi visi bernuansa Islam dan menjadi muslim prestatif.

Mengapa Salman memilih mahasiswa tingkat pertama kuliah di ITB?

Jelas terlihat terdapat irisan antara kebutuhan mahasiswa TPB ITB dengan kepentingan Salman. Salman yang berusaha merealisasikan visi dan misinya melalui fungsi sebagai mesjid kampus dan mesjid kader bertemu dengan mahasiswa yang memasuki tahapan baru dalam hidupnya. Mereka datang dari daerah asal, latar belakang ekonomi, dan kehidupan yang berbeda-beda. Pemuda-pemuda terbaik bangsa yang telah melewati seleksi ketat pintu masuk kampus ITB. Hampir 70% dari mereka adalah muslim tapi tidak semuanya berada di tingkat ekonomi aman. Terutama kaum mukimin (pendatang) yang tidak memiliki kerabat di Bandung, pilihan sulit bagi mereka saat harus mempertahankan hidup dan meraih prestasi yang tinggi.

Salman sebagai institusi da’wah dengan visi dan misi yang telah disebutkan diatas membuka ruang persentuhan antara mahasiswa sebagai basis massa kampus dan kader bagi Salman kelak dengan mimpi membangun peradaban islami. Ruang persentuhan berupa program beasiswa yang fungsinya bukan sekedar pemenuhan materi. Program yang memfasilitasi kebutuhan akademik, hidup, dan keislaman mahasiswa TPB ITB. Program yang dapat menghasilkan model manusia ideal penyokong kebangkitan umat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s