Allah, Cintaku


Dengan cinta, yang pahit menjadi manis; dengan cinta kekeruhan menjadi jernih; dengan cinta, yang mati menjadi hidup; dengan cinta, raja menjadi budak; dari ilmu, cinta dapat tumbuh.
Pernahkah kebodohan menempatkan orang di atas tahta begini?
(Bang Jalal, penyair sufistik legendaris)

Seingatku ini kali kedua puisi ini kukutip. Suka sih soalnya, =D Teman-teman.. ternyata cinta itu menempati derajat paling tinggi lho dalam amal ubudiyah. Penasaran aku, tingkatan cinta tertinggi dalam Islam untuk siapa ya.. Langkah termudah ya aku browsing aja di buku Syarah Tarbiyah, penjelasannya tinggal nanya deh ke ustad =)

Tingkatan cinta dalam Islam ada enam: al’alaqah, al’athfu, ashshabaabah, asysyauq, al’isyq, dan attatayyum. Nah, attatayyum adalah tingkatan tertinggi. Tingkatan cinta kepada Allah dengan amal berupa pengabdian.

Misalnya kita mencintai Allah dan Rasul-Nya, konsekuensi logis yang terlihat adalah realisasi amanat dan ajaran Al Qur’an dan Sunnah Rasul kan? Awalnya memang kita berusaha untuk menapaki derajat mencintai Allah, hopefully -someday- kita menjadi hamba yang dicintai-Nya =)

Imam Ibnu Qayyim menjelaskan tahapan-tahapan menuju wahana cinta Allah dalam buku ‘Mahabbatullah’, yaitu :

  1. Membaca alqur’an (merenung dan memahami kandungan maknanya).
  2. Taqarrub kepada Allah, melalui ibadah-ibadah sunnah setelah melakukan ibadah-ibadah fardlu.
  3. Melanggengkan dzikir kepada Allah dalam segala tingkah laku (melalui lisan, kalbu, amal, dan perilaku).
  4. Cinta kepada Allah melebihi cinta kepada dirinya sendiri.
  5. Kontinuitas musyahadah (menyaksikan) dan ma’rifat (mengenal) Allah swt.
  6. Menghayati kebaikan, kebesaran, dan nikmat Allah swt.
  7. Ketertundukan hati secara total di hadapan Allah, inilah yang disebut khusyu’.
  8. Menyendiri bersama Allah di sepertiga malam terakhir.
  9. Bergaul dengan orang-orang yang mencintai Allah.
  10. Menjauhi sebab-sebab yang menghalangi komunikasi kalbu dan Al Khaliq.

Kalo cinta pada selain Allah gimana dong? Ortu-lah misalnya? Atau saudara-saudara kita? Atau (mungkin) bantal apek yang sengaja disembunyiin di lemari bawah? Heuheu, ampyun mas!! Coba cek cerita di bawah ini..

Sewaktu masih kecil Husain (cucu Rasulullah Saw.) bertaya kepada ayahnya, Sayidina Ali ra: “Apakah engkau mencintai Allah?” Ali ra menjawab, “Ya”. Lalu Husain bertanya lagi: “Apakah engkau mencintai kakek dari Ibu?” Ali ra kembali menjawab, “Ya”. Husain bertanya lagi: “Apakah engkau mencintai Ibuku?” Lagi-lagi Ali menjawab,”Ya”. Husain kecil kembali bertanya: “Apakah engkau mencintaiku?” Ali menjawab, “Ya”. Terakhir Si Husain yang masih polos itu bertanya, “Ayahku, bagaimana engkau menyatukan begitu banyak cinta di hatimu?” Kemudian Sayidina Ali menjelaskan: “Anakku, pertanyaanmu hebat! Cintaku pada kekek dari ibumu (Nabi Saw.), ibumu (Fatimah ra) dan kepada kamu sendiri adalah karena cinta kepada Allah”. Karena sesungguhnya semua cinta itu adalah cabang-cabang cinta kepada Allah Swt. Setelah mendengar jawaban dari ayahnya itu Husain jadi tersenyum mengerti.

Manis sekali ya =)

Pengen langsung sms linpau, tata, sitiw, fardoen, … Just to say: salam and i love you. Terus, misuanya teh euis ngasih komen: ada maunya nih gantina. Argh!!!

Seorang sufi wanita terkenal dari Bahsrah, Rabi’ah Al- Adawiyah (w. 165H) ketika berziarah ke makam Rasul Saw. pernah mengatakan: “Maafkan aku ya Rasul, bukan aku tidak mencintaimu tapi hatiku telah tertutup untuk cinta yang lain, karena telah penuh cintaku pada Allah swt”.

Keren (lagi) yak?? Bagi Rabi’ah, cinta itu harus menutup dari segala sesuatu kecuali yang dicintainya. Jadi, cinta kepada Allah swt. adalah bentuk integrasi dari semua bentuk cinta. Huaa keren!!!

Well, last word for today..
Rongga dada kita hanya satu dan itu hanyalah untuk Allah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s