Fun Rafting Akhir Tahun Lalu


Tim GeJe

Jadul banget ya beritanya? Lagi buka-buka file, liat dokumentasi rafting yang bikin senyum-senyum. Rindu rasanya berada di adrenalin state kaya gitu, berpetualang memang impianku dari dulu.

Awalnya aku diberitahu senior lewat e-mail. Berhubung rencana untuk naek gunung terpaksa di-cancel karena ijin ortu gak turun-turun. Aku daftar ikut Fun Rafting via Demi yang pakai setelan hitam saat pertama kali kami bertemu. Ternyata Odah tertarik untuk ikut, di tengah-tengah pembicaraan kami menuju tempat untuk weekly sport di daerah Cijawura. Alhamdulillah misua dan mertuanya memberi ijin, walalu ada beberapa syarat (yang insyaAllah terpenuhi).

Pembagian kelompok dilakukan setelah olahraga ringan, Odah dan aku sekelompok dengan beberapa akhawat lain. Skipper kami pun wanita, senangnya.. Kalo gak sih, gak rela deh diselamatkan sama non muhrim saat simulasi perahu terbalik (soalnya gak masuk kategori darurat, wong life jacket dengan daya apung tinggi nempel kuat gitu, insyaAllah aman).

*nyinggung aman, jadi inget pak Aman bokapnya Mamie, pakabar ya lu sekarang (Mamie maksutnya)? kangen gw!!*

Pertama kami mencoba teknik penyelamatan dengan dua gaya, aktif dan pasrah. Lupa istilah kerennya apa nih.. Aku lebih suka yang aktif, lebih gaya deh (sayang gak boleh submit foto disini). Kesan menyelamatkan dirinya kena banget dan bisa praktekin renang gaya bebas dengan mudah (masa pake gaya katak di sungai berarus sih..).

Setelah istirahat, kami mulai pengarungan pendek dilanjutkan dengan pengarungan panjang. Berat sungguh perahu kami, membawanya harus dipanggul oleh kepala. Agak puyeng juga akibatnya, tapi dari sana kami belajar untuk mencintai perahu yang akan menopang berat badan selama pengarungan. Sambil menunggu giliran pengarungan pun, kami sekelompok membasahi body perahu agar tidak kepanasan. Lebay banget ya??

Intermezo sebentar, aku baru tau kalo Long (pembicara SELF edisi Vietnam) dan Tang (temennya Long) suka sambel terasi. Heboh deh pembicaraan kami mengenai resep makanan. Dulu sampai tuker alamat imel segala (untuk tukeran resep). “Long, you owe me something..”, I said (resep makanannya gak nyampe-nyampe soalnya).

Pengarungannya seru lho, 2.5 jam kami berada di atas sungai Citarum yang malu-malu menunjukkan kegarangannya (maklumlah buat pemula..). Awalnya sih cuma duduk menikmati arus, lama-lama bosen juga. Akhirnya saat arus tenang, kami mencoba beberapa simulasi. Perahu berputar, perahu terbalik, rescueing, dan perang air (ini seru bgt!!).

Aku menghabiskan saat-saat menyenangkan bersama kawan di sana. Thanx to my senior, Demi, Odah, and the Skipper.

Pulangnya Odah dan aku dapet kursi ekslusif di depan, empuk dan ditemani lagu-lagu perjuangan mas tentara. Oia, kelompok kami (kelompok GJ yang isinya akhawat semua) dapet penghargaan dapat penghargaan dari panitia (alhamdulillah) lho.

Serunya Selancar Air

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s