Bukan Mawar Hitam


panggung kecil itu tidak bernama
lantainya dari kayu jati
sehangat pagi hari, kuat
sewangi embun pagi, nyaman
“ramai”, kata penonton di balik topi merah
“kocak!!”, seru lelaki berbaju biru
“mm, aku bingung..”, gumamnya
apa yang mereka tonton?
putri mendekat,
putri duduk di bangku penonton,
putri..
putri ikut naik ke panggung.
[bermain sandiwara]
dia bingung!
apa yang dia mainkan?
apa..
apa ini cerita tentang keterbukaan?
dimana transfer informasi tak lagi bermembran
tak ada lagi aku dan kamu
apa ini cerita tentang kekuatan berafiliasi?
mengatasnamakan hubungan interpersonal
dalam memaknai setiap aktifitas
putri memang terganggu.
tapi bukan itu yang menyebabkan putri pergi,
sungguh..
dia sangat menikmati kebersamaan disana
setiap rasa adalah kebahagiaan
keterikatan hati yang terinternalisasi
dan kasih sayang mewarnai detik yang ada
: seperti berenang di kolam pelangi
putri meneruskan langkahnya yang terhenti.
tak ada perpisahan,
biar tak ada rasa sakit
biar tetap menyimpan yang tersisa
akhirnya dia paham:
panggung itu bukan mawar hitam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s