Ayam Masak Kecombrang

Kecap dulu ya, heu..

Pulang dari RS Santosa, adik saya pilih rute via belakang Pasar Baru untuk pulang ke rumah. Begitu lewat pasar, gak tahan lihat bayam segar melambai-lambai; Sini-sini bawa aku pulang..!! Lebay.

Pulang-pulang nenteng bayem 2 ikat dan 2 buah kecombrang. Bari jeung belum tahu mau dimasak apa kecombrang itu. Hihihi..

Pulang silaturahmi dari rumah teman SMP tadi, mama minta saya masak. Browsing sebentar nemu deh resep yang menggunakan kecombrang. Ini ya hasilnya!

 

Ayam Masak Kecombrang

 
Bahan:

  • 8 potong ayam
  • 1 buah kecombrang, iris tipis
  • 1 buah serai, geprek
  • 3 buah belimbing wuluh, iris tipis
  • 2 buah wortel, iris tebal
  • Air secukupnya
  • Garam dan gula secukupnya

Bahan yang dihaluskan:

  • 6 siung bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 4 butir kemiri sangrai
  • 6 buah cabai merah
  • 4 cm lengkuas
  • 2 cm kunyit
  • 1 cm jahe

Cara membuat:

  1. Tumis bahan-bahan yang dihaluskan dan serai hingga harum. Lalu masukkan gula dan garam sesuai selera.
  2. Tambah kecombrang, belimbing wuluh, wortel, ayam & air (hingga ayam terendam). Lalu, kecilkan api. 
  3. Masak hingga ayam matang.

Hasilnya? Segeeer banget! Alhamdulillaah pada suka di rumah..

Ikan Woku Khas Kaka

Resep Ikan Woku ini tentu saja dapat dari suatu artikel di internet. Tapi banyak langkah yang dipersingkat supaya lebih cepat matang. Maklum, baru diminta masak ba’da Ashar tempo hari.

 

Ikan Woku

 
Bahan:

  • 1 ekor ikan ukuran sedang, cuci bersih dan potong-potong sesuai selera
  • 4 lembar daun jeruk
  • 1 lembar daun ketumbar
  • 2 batang daun bawang
  • 2 ikat daun kemangi
  • 3 buah tomat, iris-iris
  • 2 buah jeruk nipis, ambil airnya
  • Garam dan gula secukupnya

Bahan dihaluskan (baca: blender):

  • 7 siung bawang merah
  • 2 siung bawang putih
  • 2 cm kunyit
  • 4 cm jahe
  • 4 batang serai, iris tipis dahulu
  • 5 butir kemiri

Cara membuat:

  1. Rendam ikan dengan air jeruk nipis dan garam beberapa menit.
  2. Tumis bahan yang dihaluskan sampai harum. Tambahkan daun bawang, daun kemangi, daun ketumbar, daun jeruk dan tomat. Beri gula dan garam sesuai selera.
  3. Masukkan ikan, aduk rata lalu kecilkan api.
  4. Masak hingga matang lalu hidangkan. 

Selamat mencoba!

Potato Wedges

Kalau ditanya steak terenak di Bandung, saya langsung jawab Sirloin Steak ala Tizi. Dagingnya tebal, pinggirannya penuh lemak dan mengkilat dan sausnya yang sederhana menyeimbangkan rasa; nikmat ih! Tapi.. Ada kualitas ada harga ya, haha.. Mahal, Cyiin..

Pernah habis gajian bulan kapan, janjian sama Hana makan di sana. Pesen steak masing-masing tapi gak pesen minum, cukup air putih yang disediain gratis dari restoran. Hihihi.. Jadi ngerasa lucu deh pas makan di sana bareng Hana, nge-date hemat ala kantong mahasiswa yang baru gajian tanggal 10. If you know what I mean; mihihi..

Tapi sayang, Tizi tidak menyediakan Potato Wedges. Kentang favorit saya untuk teman makan steak. Di sana hanya ada menu kentang goreng, smashed potato & baked potato. Kapan-kapan saya bikin ah..

Alhamdulillaah, mbak Jo ngebocorin resep Potato Wedges di akun Instagram beliau. Asik, waktunya praktek! Beruntungnya, di rumah lagi ada kentang bagus hasil kebun keluarga. Seru kan?!

 

Potato Wedges

 
Tampak lezat ya? Cara buatnya mudah kok..

Pertama, cuci bersih kentang. Kalau perlu disikat sampai kinclong kulitnya. Setelah itu, dipotong-potong ala potato wedges. Karena kentang yang tersedia di rumah ukurannya besar, saya bagi menjadi 8 bagian. Usahakan sama besar ya supaya tingkat kematangannya dicapai pada waktu bersamaan. 

Kedua, bumbui kentang. Saya pilih well chopped garlic, pepper, salt dan oregano. Diamkan beberapa menit agar menyerap. Kayaknya ya, kalau ditambah rosemary makin greget deh rasanya. Wangi pula!

Ketiga, dikukus hingga empuk lalu digoreng di atas teflon (minyaknya sedikit aja cuma untuk kasih warna kentang saja karena aslinya sudah matang).

Selamat menikmati ya!

Gulai Nangka

Shaum hari ini luar biasa lelahnya. Bukan karena puputeran Bandung seperti kolecer tapi karena badan sedang tidak fit.. Mungkin karena hobby ngabibita batur dengan menu berbuka sih, hahaha.. Gak nyambung ya!

Walau sakit, tetap diminta masak dong. Repeated order lho, si segar merangsang Balado Paria Teri. Alhamdulillaah ya, pada doyan berarti. Untuk mengimbangi resep di atas, saya masak Gulai Nangka. Bingung kan ngimbanginya bagaimana? Heu..

 

Gulai Nangka


Bahan-bahannya yaitu nangka muda (dipotong-potong), air, santan, daun salam dan serai. Bahan yang dihaluskan yaitu bawang merah, bawang putih, kemiri, tomat, ketumbar, jinten, gula, garam dan merica.

Cara membuat:

  1. Tumis bahan-bahan yang dihaluskan hingga berminyak. 
  2. Tambahkan air dan santan, didihkan.
  3. Kecilkan api, masukkan nangka muda.
  4. Biarkan hingga nangka empuk, angkat dan sajikan.

Maaf ya teman-teman, bahannya gak pakai takaran..  Dikira-kira saja ya.. Untuk bawang, saya biasanya menggunakan perbandingan 5:3 (5 bawang merah untuk 3 bawang putih, dan kelipatannya sesuai perbandingan). Untuk gula dan garam, saya pakai takaran yang seimbang (kalau sekarang nakarnya sudah pakai tangan, alhamdulillaah hihi).

Selamat mencoba!

Tips Papasakan dari Mama

Kaka pinter masak sekarang.. (Mama, 2015)

Sepenuhnya diterima sebagai pujian, hahaha.. Apalah amatiran kayak saya ini; Masak sayur ikan sepanci gak ada yang makan (mungkin karena sisiknya kurang bersih, iyuh), gak jadi disuruh masak karena saya tantang balik ngabisin makanannya (biasanya adik nih yang nantang-nantang), harus cari resep yang belum pernah dimasak mama supaya gak dibanding-bandingin (true..) & terlalu kreatif men-substitusi lengkuas dengan sereh saat masak sayur kacang merah (jedotin jidat, ini semacam tidak termaafkan). Walau-mungkin-mama hanya ingin meningkatkan rasa percaya diri dan semangat saya untuk latihan masak di dapur atau malah ‘Lumayan-bisa-istirahat biar kaka aja yang masak..'; ternyata laku euy masakan saya belakangan ini. Horreeyy..!! Alhamdulillaaah..!!

 

Empat Menu Spesial


Menu hasil ngoprek di dapur hari ini adalah Bala-bala Sambal Kacang, Ayam Suwir Brokoli, Kentang Pejret dan Balado Paria Teri. Masaknya ditungguin mama, jadi banyak dapat masukan sepanjang bikin 4 resep di atas.

Wa-to-the-Reg, begitu adzan Maghrib langsung ngemil 3 buah bakwan ukuran sedang. Bala-balanya non MSG lho, bumbunya cuma blenderan bawang putih-merica-gula garem. Konsistensi adonan sih yang paling nentuin tampilan akhir bakwan. Tapi sesuai selera juga akhirnya, mau bakwan semok atau yang ceper-ceper aja. Hahaha..

Supaya warna brokoli tetap hijau segar, ini tipsnya.. Rebus brokoli di air yang setelah mendidih dimasukkan sedikit soda kue (brokolinya dimasukkan setelah air mendidih ya). Setelah tingkat keempukan brokoli sesuai selera, angkat-tiriskan lalu siram dengan air dingin/es. Setelah siap, baru deh masukkan brokoli ke ayam suwir berbumbu. Masak sebentar, angkat lalu sajikan. Brokolinya rada tawar sih karena si bumbu kurang nyerep, tapi saya happy dengan warna brokoli yang menggairahkan perut. Pengen buru-buru gigit aja.. Heu..

Untuk Kentang Pejret (apa atuh ya namanya, asa kurang dedeuieun jadinya), paling oke pakai kentang yang super matang agar rasanya manis dan sedikit ‘nyereng’. Kentang direbus hingga empuk, lalu dipisahkan dari kulitnya dengan cara dipejret-pejretin (nah!). Setelah itu, bumbui sesuai selera.. Kalau saya, ditambah cabai gendot supaya pedasnya pas (pedes panas yang begitu minum teh anget langsung ngejius di mulut, haha).

Terakhir, Balado Paria Teri. Untuk mengurangi rasa pahit, campur sedikit garam ke paria yang telah dipotong-potong. Diamkan beberapa menit hingga paria layu, baru deh dimasak. Adik saya doyan banget, dicemilin gak pake nasi dong..

Sekian tips kali ini, mudah-mudahan saya makin canggih masaknya jadi bisa sering share tips masak di blog ini. Mudah-mudahan sering yutubing papasakan & nonton Asian Food Channel bikin saya makin rajin praktek, wkwk.. Aamiin.. :-)