Puding Coklat dan Eskrim Vanilla

Iya, sudah lama sekali saya tidak masak di rumah. Bukan malas coba-coba resep baru, atau pundung karena gagal praktek hehe.. Sok sibuk gitu deh si saya!

Rabu lalu, bos di kantor depan mengundang tim buka bareng di rumahnya. Sebagai tamu yang pengen praktek masak, saya janjikan membawa penganan ke sana. Menunya? Resep yang tiba-tiba melipir di timeline Facebook saja. Puding coklat yang katanya mirip brownies. Tentu saja saya tambahkan eskrim vanilla. Biar pas gitu, hehe..

 

Puding Coklat

 
Bahan puding:

  • 1 liter susu coklat
  • 100 gr coklat blok diserut
  • 2 sdm coklat bubuk
  • 100 gr gula pasir
  • 2 bungkus agar-agar bubuk
  • 5 lembar roti tawar tanpa kulit
  • 2 butir kuning telur

Cara membuat:

  1. Blender semua bahan.
  2. Rebus di aas api kecil hingga mendidih.
  3. Cetak dan dinginkan.

Gampang kaaan..? Hehe, resep malas gitu ya.. Tapi enak pudingnya mirip brownies loh. Silakan dicoba resepnya!

Nangkubs Penuh Cerita

Tidak terasa, berakhirlah pembinaan Beastudi Etos Bandung di semester genap tahun ajaran 2015-2016. Untuk menutupnya, manajemen dan adik-adik Etos Bandung rihlah ke Gunung Tangkuban Perahu pada hari Sabtu kemarin. Tanpa survey terlebih dahulu, kami (manajemen) nekat membawa adik-adik dalam perjalanan ini. Jadilah banyak yang merasa salah kostum. Adik-adik merasa berpakaian kurang garang untuk perjalanan kemarin. Hehehe..

nangkusb1

Tim Etos Bandung Nangkubs

Sekitar pukul 08.00 WIB, kami bertolak dari Masjid Salman ITB. Kami menyewa angkutan umum, langganan tentu saja, seharga Rp.300,000,-. Yup, kami diantar dari Salman ke Jayagiri dan dijemput dari area wisata Tangkuban Perahu. Hamdalah ya, pak Fathoni (supir angkutan umum) juara deh! Eh eh, beliau ngisi acara Mabit Salman lho malam sebelumnya. Keren!

Oh ya, ini daftar perlengkapan yang harus adik-adik bawa untuk penutupan pembinaan ini:

  1. Ponco/jas hujan
  2. Air minum (minimal 1.5 liter)
  3. Sepatu tracking (jangan pakai sepatu Crocs)
  4. Makan pagi dan siang
  5. Snack
  6. Obat-obatan pribadi
  7. Pakaian untuk shalat
  8. Al Qur’an

Tentu saja, saya tidak membawa semua perlengkapan itu. Si sombong yang mengira perjalanannya seperti yang sudah-sudah, eh eh ternyata warbiyasak pisan pas ngejalaninnya; Tersesat sendirian lah, ngebut pakai kekuatan penuh ngejar kelompok sampai down secara psikis (alay pisan urang) dan olohok sorangan pas nyadar keluarnya dibalik kawah pang-ujungna (lalu dejavu pendakian Semeru saat menemukan danau Ranu Kumbolo, bungah bahagia lalu misuh-misuh kapan nyampenya). Gantina.. Gantina.. Semacam kaburomaktan eh?!

Sekilas info nih, hiking di Jayagiri bayarnya cuma Rp.7,500,- per orang. Sementara untuk camping, kamu perlu bayar Rp.15,000,- per orang. Tapi omat, tanya lagi deh jalur hiking/camping itu sampai mana. Kalau tidak, kalian akan mengalami hal nyesek seperti yang kami alami. Penasaran? Baca sampai beres ya..

nangkusb2

Wajah-wajah Bahagia di-awal Perjalanan

Sebelum lanjut ke cerita perjalanan kemarin, saya review tim yang ada ya. Kami ber-empatpuluh, terdiri dari 5 orang manajemen dan 35 adik (angkatan 2015-2010) Beastudi Etos Bandung. Iya aya alumni nyelap, halo-halo Halim! Hehe.. Belajar dari perjalanan ke Tebing Keraton yang jarak perjalanan tim super jauh.. Manajemen agak ketat mengatur perjalanan ini. Dapat dilihat dari barang yang kami haruskan bawa ya, juga rencana perjalanan yang kami buat: pembagian tugas manajemen dan urutan jalan. Dadieh dan Surya mengatur perjalanan tentu saja (kadang di depan, kadang di belakang), Hanum dan Ela di tengah mendampingi adik-adik sekaligus medik, sedangkan saya di belakang (nyapuin peserta, hihi..). Sound great nah?? Padahal jalurnya aja teu apal. Bhakakakak!!!

Perjalanan super lancar dengan beberapa kali istirahat sampai ke penampungan air di dekat rumah Emak. Kalau Emak lagi goreng bala-bala, pura-pura tanya jalan aja biar dikasih. Hahaha.. Parah pisan kamu! Dari sana, saya ada feeling kami salah jalan. Kok ndak seperti yang biasa ya.. Enak pisan jalannya di jalan setapak nurun wae deuih. Sampai di area wisata Tebing Belanda, sadarlah manajemen, salah jalan euy. Malu bertanya tambah tersesat, akhirnya kami mengikuti petunjuk akang-akang yang jaga di sana. Akang baik hati dan comel yang ngelaporin tersesatnya kami ke satpam area wisata Tangkuban Perahu. Hampura, Kang..

Setibanya kami di lapangan dengan rumput-rumput tinggi, guna mencari jalan ke tower di puncak, majulah tim pendahulu (yaitu Dadieh dan saya). Dadieh sih anggota profesional, kalau saya..tim pendahulu abal-abal. Buktinya? Saya kepisah dari Dadieh pemirsah! Pas nyari sisa kelompok, mereka juga udah jalan dan kami kepisah jauh pisan. Panik? Yaeyalah!!

Coba ya, sendirian di leuweung pas manggil-manggil Dadieh/Surya/Khalida yang nyahut malah suara abang-abang gak dikenal yang bilang ‘Mau ke Tangkuban Perahu?’. Saya langsung nyari pohon gede untuk sembunyi dong, parno Cyin, mungkin karena kebanyakan nonton pelem detektif semacam NCIS, Criminal Minds atau Castle. Pait-paitnya, saya bakal nalik ke pos tebing tadi dan minta diantar nyari rombongan. Hamdalah, abang-abangnya baik dan berhasil mempertemukan saya dan Dadieh, lalu mengejar rombongan agar menunggu kami. Aselina, saya pakai kecepatan penuh pas ngejar temen-temen yang sudah lebih dahulu melanjutkan perjalanan. Cape hati dan psikis, bikin stamina ngedrop dengan cepat. Resah atuda, eta barudak gimana nasibna. Huaaa…!!! Tapi gak sampai mewek yah, inner peace kawans.. Inner peace.. Sumringah pisan pas ketemu rombongan, pengen ngagabrug tapi saya milih berbaring saja. Berharap stamina kegenjot walau cuma rebahan sebentar. Alhamdulillaah sakses, “Outbond 2016!!! Kita bisa!!!

nangkusb3.jpg

Sumringah di Puncak Tangkuban Perahu

Alhamdulillaah, sampai juga di puncak-sepuncak-puncaknya si Gunung Tangkuban Perahu. Lihat, anak kecil happy banget ya bisa foto di puncak. Hehehe.. Lalu dejavu, pendakian Semeru.. Saat danau Ranu Kumbolo sudah terlihat. Ternyata jebakan betmen, sampai ke area kempingnya masih jauuuuuh sekali. Untuk perjalanan kali ini, kira-kira masih perlu satu jam perjalanan lagi dari puncak sampai ke area wisata Gunung Tangkuban Perahu. Alhamdulillaah semua selamat dan memperoleh pengalaman heboh di penutupan pembinaan ini.

Salah satu pesan moral dari kegiatan ini: Harap mengurus simaksi dan perijinan ya. Kasihan Dadieh, diomeli oleh para satpam berbadan kekar.. Hihihi.. Sampai jumpa di pembinaan semester depan..!!

nangkubs4

Selepas Tukar Kado Bersama

Haircare Routine for Hijaber

Salah satu selegram favorit saya ialah mbak Joanna Nalapraya Lasmono. Beliau pintar masak dan berkebun. Yang paling adorable, masih kelihatan muda!! Gak ada yang bakal nyangka usianya sudah 45 tahun.. Rahasianya?

“Pakai sneaker dan jangan dandan terlalu menor, nanti kelihatannya seperti tante-tante.” (Mbak Jo)

Iyalah, sapuk pisan!

Alasan awal saya membeli make-up..supaya terlihat lebih tua di dalam kelas. Hehehe.. Somong hah? Kolega saya bilang, akan tiba masa ingin terlihat muda kembali. Lalu *jengjeng* tibalah waktu dimana main ke mall eh tiba-tiba kesambet pikir, ‘Pengen beli lipstik warna Y deh..’ HAHAHA..!!

Iya saya juga heran, kenapa mulai merhatiin: Aduh ini muka diapain biar kinclong ya; Rambut pakai apa supaya lebih terlihat sehat ya; Trik biar ketiak putihan dikit gimana ya. Lelah hayati.. Heu..

Sudah umurnya kali ya; Kesimpulan aneh bin ajaib. Tapi girls, ini saya bagikan perawatan rambut rutin untuk kalian. Sabar dan komit ya; And you are good to go! Cekidot!

 

Haircare Routine

 
Setelah puas mencoba No Poo Method (please click here for the detail), saya terjebak iklan lalu penasaran dengan minyak kemiri. Temen sih yang ngiklanin.. Dia bilang minyak ini hebat untuk mengatasi kerontokan dan rambut merah (berasa doyan main layangan ya). Finally, saya coba deh (beli 2 botol karena promo dari akun IG @kemiriambu *bukan iklan berbayar*).

Ini botol kedua loh, dan iklan teman saya bukan tong kosong. Happy banget rambut rontok berkurang drastis pas cuci rambut atau nyisir. Aaaak alhamdulillaah..

Tapi ya, minyak kemiri ini PR banget deh baunya. Saya kepaksa berhenti noo-poo untuk sementara dan beralih ke sampo biasa. Saya pilih Petal Fresh karena ada tulisan kecil ini di kemasannya:

Petal Fresh promises: Safe and clean without sulfates, GMOs, petrochemicals, phthlates, parabens, colors or harsh preservatives, pH balanced, vegetarian & cruelty-free.

Seru ya?!  Mudah-mudahan sih tiba masanya saya cuma pakai skincare dan haircare yang juga bisa saya makan. Aamiin..

Jadi, inilah beberapa perawatan rambut yang saya lakukan:

  1. Perawatan minyak (dua kali seminggu)
    Saya pakai minyak kemiri, biasanya malam Selasa, dan campuran Castor Oil, VCO dan Teatree Oil (5 ml : 10 ml : 5 tetes) malam Sabtu. Pijat lembut (minimal 5 menit) lalu diamkan semalaman (minimal 2 jam). Paginya baru deh saya keramas.
  2. Creambath (1 kali perbulan)
    Bisa pakai telur (kuningnya saja atau whole egg), lidah buaya, alpukat atau apapun bahan alami yang ada di rumah (browsing aja untuk dapetin resep terbaik bagi jenis rambut kalian). Caranya simpel banget: Cuci rambut, oles bahan creambath merata dari akar sampai ujung rambut, bungkus dengan handuk basah dan hangat, diamkan sekitar 20 menit lalu cuci rambut.
  3. Hindari: Cuci rambut pakai air hangat, nyisir rambut pas masih basah & mengeringkan rambut memakai hairdryer.

Tentu saja gizi yang baik akan menambah keoptimalan usaha di atas. Semangat mencoba, Girls!

Last but not least,  please selalu ingat hadits ini ya:

Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah. (HR. Muslim)

Bismillaaah..🙂

World’s Best Lasagna

Sebenarnya, saya merencanakan masak lasagna saat adik cuti dari Makassar. Tapi ya, lama pisan mundur wae dia teh liburannya. Jadi we semalam dieksekusi si lasagna. Tapi tenang, sudah tak lebihkan takarannya dan dimasukkan ke freezer guna di-assembling dua pekan lagi. Hahaha..

Baik banget ya kesannya, nungguin adik segala? Butuh sponsor, Cyiin.. Mahal loh bahan dasarnya! Jadi saya tawarkan investasi yang menguntungkan perut: Petengan ya!

World’s Best Lasagna

Resepnya bisa dilihat di sini ya.. Sebagai penyesuaian,

  1. Saya menggunakan 700 gr daging sapi. Dicincang sendiri di rumah, pakai food processor, ditambah Italian seasoning biar kayak Italian sausage. Haha ngarang pisan saya!
  2. Di resep asli pakai 3 jenis tomato sauce, saya cuma 2 jenis saja. Tomato crushed bikinan sendiri ditambah tomato sauce kalengan. Seruu..!! Tambahin parsley dan basil yang banyak untuk aroma herbs yang kuat.
  3. Lasagna noodles-nya pakai merek San Remo, ricotta merk Yummy dan mozarella merk Greenfields.

Semangat mencoba!

Tom Yum Goong

Kalau dengar Tom Yum Goong, pasti inget Thai Palace. Enak pakai banget!

Suatu hari di kosan temen, saya masak makanan ini menggunakan bumbu instan. Ih warbiyasak, cawerang pisan dan rasanya gak kemana-mana. Sedih dan terpukul deh.. Lalu janji akan riset mendalam mengenai resep ini sebelum kembali mempraktekannya. Alay pisan urang!

Alhamdulillaah bisa kembali praktek dengan lebih pede, lihat deh hasilnya! Meyakinkan yaa..?

Udon Siram Tom Yum Goong

Tapiii, resep lengkapnya tidak saya sertakan ya. Silakan pelajari dari video berikut:

  1. Kaldu Udang
  2. Tom Yum Goong

Udonnya beli yang instan saja, tinggal direbus sebentar. Hehe gak mau repot ya..

Selamat mencoba!!