Gulai Nangka

Shaum hari ini luar biasa lelahnya. Bukan karena puputeran Bandung seperti kolecer tapi karena badan sedang tidak fit.. Mungkin karena hobby ngabibita batur dengan menu berbuka sih, hahaha.. Gak nyambung ya!

Walau sakit, tetap diminta masak dong. Repeated order lho, si segar merangsang Balado Paria Teri. Alhamdulillaah ya, pada doyan berarti. Untuk mengimbangi resep di atas, saya masak Gulai Nangka. Bingung kan ngimbanginya bagaimana? Heu..

 

Gulai Nangka


Bahan-bahannya yaitu nangka muda (dipotong-potong), air, santan, daun salam dan serai. Bahan yang dihaluskan yaitu bawang merah, bawang putih, kemiri, tomat, ketumbar, jinten, gula, garam dan merica.

Cara membuat:

  1. Tumis bahan-bahan yang dihaluskan hingga berminyak. 
  2. Tambahkan air dan santan, didihkan.
  3. Kecilkan api, masukkan nangka muda.
  4. Biarkan hingga nangka empuk, angkat dan sajikan.

Maaf ya teman-teman, bahannya gak pakai takaran..  Dikira-kira saja ya.. Untuk bawang, saya biasanya menggunakan perbandingan 5:3 (5 bawang merah untuk 3 bawang putih, dan kelipatannya sesuai perbandingan). Untuk gula dan garam, saya pakai takaran yang seimbang (kalau sekarang nakarnya sudah pakai tangan, alhamdulillaah hihi).

Selamat mencoba!

Tips Papasakan dari Mama

Kaka pinter masak sekarang.. (Mama, 2015)

Sepenuhnya diterima sebagai pujian, hahaha.. Apalah amatiran kayak saya ini; Masak sayur ikan sepanci gak ada yang makan (mungkin karena sisiknya kurang bersih, iyuh), gak jadi disuruh masak karena saya tantang balik ngabisin makanannya (biasanya adik nih yang nantang-nantang), harus cari resep yang belum pernah dimasak mama supaya gak dibanding-bandingin (true..) & terlalu kreatif men-substitusi lengkuas dengan sereh saat masak sayur kacang merah (jedotin jidat, ini semacam tidak termaafkan). Walau-mungkin-mama hanya ingin meningkatkan rasa percaya diri dan semangat saya untuk latihan masak di dapur atau malah ‘Lumayan-bisa-istirahat biar kaka aja yang masak..'; ternyata laku euy masakan saya belakangan ini. Horreeyy..!! Alhamdulillaaah..!!

 

Empat Menu Spesial


Menu hasil ngoprek di dapur hari ini adalah Bala-bala Sambal Kacang, Ayam Suwir Brokoli, Kentang Pejret dan Balado Paria Teri. Masaknya ditungguin mama, jadi banyak dapat masukan sepanjang bikin 4 resep di atas.

Wa-to-the-Reg, begitu adzan Maghrib langsung ngemil 3 buah bakwan ukuran sedang. Bala-balanya non MSG lho, bumbunya cuma blenderan bawang putih-merica-gula garem. Konsistensi adonan sih yang paling nentuin tampilan akhir bakwan. Tapi sesuai selera juga akhirnya, mau bakwan semok atau yang ceper-ceper aja. Hahaha..

Supaya warna brokoli tetap hijau segar, ini tipsnya.. Rebus brokoli di air yang setelah mendidih dimasukkan sedikit soda kue (brokolinya dimasukkan setelah air mendidih ya). Setelah tingkat keempukan brokoli sesuai selera, angkat-tiriskan lalu siram dengan air dingin/es. Setelah siap, baru deh masukkan brokoli ke ayam suwir berbumbu. Masak sebentar, angkat lalu sajikan. Brokolinya rada tawar sih karena si bumbu kurang nyerep, tapi saya happy dengan warna brokoli yang menggairahkan perut. Pengen buru-buru gigit aja.. Heu..

Untuk Kentang Pejret (apa atuh ya namanya, asa kurang dedeuieun jadinya), paling oke pakai kentang yang super matang agar rasanya manis dan sedikit ‘nyereng’. Kentang direbus hingga empuk, lalu dipisahkan dari kulitnya dengan cara dipejret-pejretin (nah!). Setelah itu, bumbui sesuai selera.. Kalau saya, ditambah cabai gendot supaya pedasnya pas (pedes panas yang begitu minum teh anget langsung ngejius di mulut, haha).

Terakhir, Balado Paria Teri. Untuk mengurangi rasa pahit, campur sedikit garam ke paria yang telah dipotong-potong. Diamkan beberapa menit hingga paria layu, baru deh dimasak. Adik saya doyan banget, dicemilin gak pake nasi dong..

Sekian tips kali ini, mudah-mudahan saya makin canggih masaknya jadi bisa sering share tips masak di blog ini. Mudah-mudahan sering yutubing papasakan & nonton Asian Food Channel bikin saya makin rajin praktek, wkwk.. Aamiin.. :-)

Sayur Asem

 

Sayur Asem

 
Ini dia resep sayur yang diidam-idam mama selama beribadah umrah kemarin.. Sayur asem yang mantab asemnya, gurih kacangnya dan beragam sayurannya. Yummy..!!

Bahan sayur:

  • Terong ungu
  • Labu siam
  • Biji melinjo
  • Daun melinjo
  • Kacang tanah
  • Jagung semi

Seluruh sayuran dipotong dengan ukuran similar ya, supaya terlihat cantik. Hihi..

Bahan yang dihaluskan:

  • 6 butir kemiri
  • 10 siung bawang merah
  • 6 siung bawang putih
  • 1 sdt terasi
  • 6 buah cabai keriting
  • 1 gandu kecil gula merah

Bahan:

  • 4 cm lengkuas, iris tipis
  • 2 lembar daun salam
  • 3 sdm asam jawa, tidak perlu dicairkan
  • Garam secukupnya

Cara membuat:

  1. Didihkan air, rebus kacang tanah-biji melinjo-jagung hingga empuk.
  2. Masukkan bahan yg dihaluskan, daun salam, lengkuas, asam dan garam. Tambahkan sisa sayuran berdasarkan tingkat kecepatan matangnya. Hehee..
  3. Tunggu hingga mendidih, angkat dan sajikan.

Selamat mencoba!

Sambal Lado

Sambal Lado ini spesial dibuat untuk menemani sayur asem yang diidam-idam mama selama menjalankan ibadah umrah kemarin. Greget kan rasanya? Asam-nutty dari sayur asem yang ada kacang tanahnya, bercampur pedas-asin dari sambal yang ditambahi teri ini. Aaaakkk.. Maknyos abis..!!

 

Sambal Lado

 
Ini resepnyaa..

Bahan:

  • 10 siung bawang merah, iris tipis, goreng hingga kecoklatan
  • 6 siung bawang putih
  • 2 tomat ukuran sedang
  • 1 ons teri Medan (yg basah), cuci bersih
  • Garam & gula secukupnya
  • Sejumput cabai keriting, cabai merah besar & cabai rawit (kira2 totalnya 1 ons, lebih jg boleh)

Kalau mau merah banget banyakin cabai merah besar, utk rasa pedas tambahkan cabai keriting/rawit (saya pakai rawit domba).

Cara membuat:

  1. Rebus tomat, bawang putih & semua cabai hingga layu. Blender lalu sisihkan.
  2. Tumis teri hingga layu (jgn sampai kering). Masukkan bahan yg telah diblender, garam dan gula secukupnya. Tumis hingga harum & sedikit berminyak.
  3. Tambahkan air sedikit, tumis hingga air sedikit menyusut. Masukkan bawang merah goreng. Aduk rata, angkat lalu sajikan dengan taburan bawang merah goreng.

Selamat mencoba!

Shaum Ramadhan, Setetes Pengingat

Ramadhan 1436 H telah datang, menghampiri dan akan berlalu. Waktu memang akan kejam pada dia yang tidak memanfaatkannya dengan bijak. Optimal bukan melulu tentang banyaknya bilangan capaian target Ramadhan kita, permulaannya..? Tentu syarat-syarat amalan yang dilaksanakan dapat terhitung sebagai ibadah, yaitu ikhlas dan sesuai sunnah Rasulullah saw.

Apa-apa yang disampaikan Rasul kepadamu maka ambillah dan apa-apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah. (QS. Al Hasyr ayat 7)

Bulan Ramadhan jadi spesial karena Al Quran turun pada bulan ini, malam yang lebih baik dari seribu bulan (Lailatul Qadar) muncul pada bulan ini, ampunan-rahmat-doa dikabulkan pada bulan ini; yang spesial lainnya ialah salah satu rukun Islam yang berupa amal ghaibiyah ditetapkan pada bulan ini. Amal yang jika diingkari memasukkan kita dalam kekufuran & jika sengaja ditinggalkan membuat kita tergolong dalam fasik; Shaum Ramadhan.

Setiap amal manusia untuk dirinya kecuali shaum. Sungguh shaum itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya. (HR. Bukhari-Muslim)

Berdasarkan dalil Al Quran (QS. Al Baqarah ayat 183-185), sunnah (hadits tentang rukun Islam yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim) & ijma’ kaum muslimin, shaum Ramadhan hukumnya wajib bagi

  • Muslim; Orang kafir tidak wajib shaum (QS. At Taubah ayat 54) dan tidak wajib mengqadha ketika dia ber-Islam (QS. Al Anfal ayat 38).
  • Berakal; Orang yang tidak berakal tidak wajib baginya seluruh ibadah kecuali zakat.
  • Baligh.
  • Mampu.
  • Bermukim.
  • Tidak ada halangan (khusus wanita, seperti haid/nifas).

Shaum yang secara bahasa bermakna menahan (QS. Maryam ayat 26) memiliki makna syari beribadah kepada Allah swt. dengan cara menahan diri dari hal-hal yang membatalkan shaum dimulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. Jima’ (bersetubuh), makan, minum, muntah dengan sengaja, mengeluarkan mani, bekam, haid dan nifas adalah hal-hal yang merusak shaum.

Shaum Ramadhan termasuk dalam shaum wajib (mafrudh) tanpa sebab karena hukumnya wajib berdasarkan asal syariat. Dalam menjalankannya, sebaiknya beberapa adab berikut dijaga:

  1. Iltizam dengan ketakwaan. 
  2. Memperbanyak sedekah dan berbuat baik kepada sesama. 
  3. Memperbanyak tilawah Al Quran. 
  4. Menghindari hal-hal yang dapat merusak pahala shaum, seperti dusta, ghibah dan mengumpat. 
  5. Mengakhirkan shaum dan menyegerakan berbuka. 

Selamat menjalankan ibadah shaum Ramadhan 1436 H ya.. Semoga Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan kita sebelumnya, kita dimudahkan untuk mendapatkan Lailatul Qadar dan kemenangan berupa derajat takwa bertambah tiap harinya. Aamiin.. Aamiin..