Archive

Archive for the ‘p u i s i’ Category

Ramadhan yang Hambar

August 25, 2009 gantina Leave a comment

Tanpa rasa padahal diperjuangkan

Tanpa kedekatan padahal sujud diperpanjang

Tanpa sukacita padahal dulu dirindukan

 

Ayat-ayatMu dilafalkan namun tak termaknai

Takbir padaMu digaungkan namun tak menggetarkan hati

Rakaat demi rakaat dilalui sebagai penanda gugurnya kewajiban

 

Berikan padaku, ya Allah‼ Berikan padaku, ya Allah‼

 

Nikmatnya berlama-lama menelusuri kalamMu

Nikmatnya mengadukan kegalauan hari padaMu

Nikmatnya bersusah payah di jalanMu

dan meneteskan air mata karena syukur padaMu

 

Engkau…

yang telah melindungi pembawa panji Islam dengan hidayahMu

yang memudahkan mujahid mengisi hati dengan keimanan

yang menyatukan pejuang da’wah dalam cinta padaMu

yang menciptakan ‘kata’ dan menghadirkan ‘makna’

 

Engkau…

dimana sungai kehidupanku bermuara

Categories: p u i s i

Kesadaran itu Matahari

August 22, 2009 gantina Leave a comment

“Kesadaran itu matahari,” celoteh mas Rendra

Sengatan panas dan kilau emas memicingkan mata sambil tengadah

Menghujani rimbunnya rasa yang tumbuh di hati

Menciptakan ‘kata’ dan menghadirkan ‘makna’

Sambil menunggu diksi tertera, menjadi asa

 

Sekarang, sampai nanti..

Mimpi-mimpi berlarian mengejar matahari

Bergemuruh sesibuk deru ombak membelah sunyi

Seperti laut yang memuluskan pinggiran pantai

Perlahan menuju fajar, dari malam paling gelap

Perlahan tinggalkan senja, dari lembayungnya langit

Categories: p u i s i

bayanganmu

September 29, 2008 gantina 8 comments

bayanganmu jatuh di daun pintuku

tapi tak kau sampaikan salam sedikitpun

 

sambil terduduk, kunikmati lembut angin

masih terduduk, kunikmati dedaunan menjaring matahari

dan kunikmati kopi sore di atas teras dingin

 

sayang..

bayanganmu tak lagi jatuh di daun pintuku

 

masih terduduk,

berharap angin malam menyampaikan pesan dari seberang

 

Categories: p u i s i

kemarin

July 29, 2008 gantina 7 comments

‘mimpi-mimpi yang terinjak’, katamu

dibawa alas kaki telusuri jalan

perlahan, sambil menghitung langkah lalu

betapa nikmat rasa bersalah ini, …

betapa nikmat.

Categories: p u i s i

beranjak hujan

July 14, 2008 gantina 3 comments

anginpun berbisik kini

membawa kabut dingin menuruni bukit

bergegas,

langkah kaki lewati jalan setapak padang edelweiss

mengejar dan berlari

tanpa niat menziarahi perasaanmu

Categories: p u i s i

menghapus jejakmu

February 15, 2008 gantina Leave a comment

seperti berjalan di padang pasir
di bawah kilatan cahaya
setelah suara selalu terlihat tinggal
langkah-langkah bertuliskan mimpi
penanda asa terdalam

bukan sekedar terbang ke cakrawala
dan bermain di balik cahaya
ia tumbuh menjadi akar
; menghujam ke dasar
ia laksana air bah
; meluluhlantakkan

menyisakan derasnya kepedihan
dalam doa, dalam mimpi, dalam nadi

Categories: p u i s i

maaf

February 15, 2008 gantina 2 comments

duhai jiwa..
tak pernah ada niat untuk menorehkan tinta sehitam jelaga
tak pernah tersirat untuk melukiskan duka pada mushaf kehidupan
tak pernah terbayang untuk mengkhianati sang pemilik bashirah
walau sudah termaktub di setiap insan
belaian angin mempunyai keterangan
lebih jelas dari embun pagi

pernahkah kau dengar negeri tempat kaki berpijak
tak pernah ada terang karena mentari terhalang malam
dan jika bintang selalu pada singgasana
belai kekerasan hatinya
agar bukan melupakan jejak langkah
tapi menyusun yang terserak sebagai ketetapan
tasbihnya pada Yang Satu

Categories: p u i s i

menjauh

February 15, 2008 gantina 2 comments

putri terlalu muda kemarin
masih hijau untuk membincang tentang kepergian
tapi semesta membuka rahasianya
membisikkan pilihan langkah di persimpangan
betapa nilai kepercayaan memiliki keberartian yang sangat
tak ada penolakan, tak ada kerisauan

dan hanya dengan ijin-Nya
putri pergi untuk kembali

Categories: p u i s i

bukan mawar hitam

February 1, 2008 gantina Leave a comment

panggung kecil itu tidak bernama
lantainya dari kayu jati
sehangat pagi hari, kuat
sewangi embun pagi, nyaman
“ramai”, kata penonton di balik topi merah
“kocak!!”, seru lelaki berbaju biru
“mm, aku bingung..”, gumamnya
apa yang mereka tonton?
putri mendekat,
putri duduk di bangku penonton,
putri..
putri ikut naik ke panggung.
[bermain sandiwara]
dia bingung!
apa yang dia mainkan?
apa..
apa ini cerita tentang keterbukaan?
dimana transfer informasi tak lagi bermembran
tak ada lagi aku dan kamu
apa ini cerita tentang kekuatan berafiliasi?
mengatasnamakan hubungan interpersonal
dalam memaknai setiap aktifitas
putri memang terganggu.
tapi bukan itu yang menyebabkan putri pergi,
sungguh..
dia sangat menikmati kebersamaan disana
setiap rasa adalah kebahagiaan
keterikatan hati yang terinternalisasi
dan kasih sayang mewarnai detik yang ada
: seperti berenang di kolam pelangi
putri meneruskan langkahnya yang terhenti.
tak ada perpisahan,
biar tak ada rasa sakit
biar tetap menyimpan yang tersisa
akhirnya dia paham:
panggung itu bukan mawar hitam

Categories: p u i s i

tak perlu ada

February 1, 2008 gantina 1 comment

menunggu gerhana
dan kata-kata menerawang dibalik jemari
menelusuri huruf demi huruf
mencari pemaknaan
tapi mata terlalu lelah
merah dan sayu dirajang waktu
merambat meninggalkan semua penundaan

hanya bingkai bergantung di dinding
sebatas penanda waktu yang berlari
menyebut dirinya: kenangan

memang bukan untuk disesali
karena tak pernah akan kehilangan

saat tersadar:
tidak bisa memiliki
bahkan mendominasi
adalah suatu keniscahyaan
di dunia ini.

Categories: p u i s i