Archive

Archive for the ‘cerita dari pojok asrama’ Category

Argan’s Kitchen 16 Juni 2009

June 17, 2009 gantina Leave a comment

Menu makanan sehat asrama putri hari ini adalah Sayur Bayam, Perkedel Kentang, dan Tempe Goreng. Kami mulai memasak setelah aku menyelesaikan pengisian evaluasi asrama semester ini, mudah lho karena hampir setahun bersama membuatku mengenal karakter saudari-saudari tersayang. Malang tak diduga, semangat ’86 (tahun kelahiranku, heuheu) terkalahkan oleh gas yang habis di tengah perjalanan memasak kami. Huaaa…. belum ada yang matang ini!! Apa jadinya jika kami harus menunggu mamang gas datang lambat membawa tabung biru yang diharapkan? Bagaimana kesehatan saudari-saudari tersayang jika tidak ada makan malam buatan kami? [lebay..] Apa jadinya program Slimming Tea dua adikku di asrama? Heuheu =P

Akhirnya kuikuti saran Mba Rini, Pindah Dapur. Kami invasi dapur asrama putra&karyawan di lantai dua. Setelah sarana, prasarana, bahan makanan (setengah jadi maupun mentah) terbungkus rapih, kami berjalan dengan sangat hati-hati kesana. Malu atuhlah..

Pake ketemu Rudi & Arief lagi, baiknya mau membantu =)

Perkendel Kentang

Bahan:

¼ kg                kentang, digoreng lalu dihaluskan

2 siung            bawang putih, dihaluskan

4 siung            bawang merah, iris tipis lalu goreng hingga harum

¼ bagian        biji pala, dihaluskan

1 btr                telur, pisahkan putih dan kuningnya

garam secukupnya

Cara Membuat:

  1. Semua bahan dicampur kecuali telur putih.
  2. Bulat-bulat perkedel, celupkan ke telur putih lalu goreng.

Mudah-mudahan tidak terulang pindah dapur ini. Amiin =)

Argan’s Kitchen 9 Juni 2009

June 12, 2009 gantina 1 comment

Belum ada ide mau masak apa sampai kaki dijejakkan di pasar Balubur. Sambil lirak-lirik dagangan di sana, akhirnya kami sepakat memasak Sayur Daun Singkong dan Balado Tongkol. Sewaktu membayangkan rasanya, kok tampak pas ya.. Ternyata makin khas pakai resep mama Arin, jzk tante =)

Sayur Daun Singkong

Bahan:
3 ikat daun singkong
7 btr kemiri
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
1 btg serai
5 lbr daun jeruk purut
1 bks santan
Garam dan gula secukupnya

Cara Membuat:
1. Siangi daun singkong, rebus hingga lunak, tiriskan, lalu potong-potong.
2. Tumis b. merah, b. putih, dan kemiri yang telah dihaluskan.
3. Masukkan potongan serai dan daun jeruk purut.
4. Tambahkan garam dan gula secukupnya.
5. Setelah harum, masukkan daun singkong.
6. Setelah bumbu meresap, tambahkan santan.
7. Didihkan sebentar, angkat lalu sajikan.

Daun jeruk purutnya bikin sayur daun singkong wangiiii sedaaaappp banget!! {lebay mode on}. Tambah asik kalau dikasih teri. Jadi inget jamuan keluarganya k’Acung pas maen ke Sumedang dulu, buntil. Enak ituh, bener lho. Sayangnya.. susah kali pesen buntil mamamu, kang!

Masak selasa kemarin bikin cape, sambil lari-lari ngikutin rapat Beasiswa Bervisi bareng Rumah Amal. Si Bos bilang gini sih, “Tidak mungkin Soekarno mendeklarasikan kemerdekaan tanpa Hatta.. ”. Halah, bisaan dia =P

BV TPB progressnya lambreta lambada, amit-amit deh. Mohon doa ya teman-teman =)

Nilai Waktu

October 30, 2008 gantina 13 comments

“Masa lalu adalah hal yang paling jauh dari kita karena dia tidak akan pernah kembali,” ujar salah seorang adik mentorku di sesi tausiyah mentoring pekan lalu. Aku makin tersadar, bahwa waktu sangat berharga. Setelah menjadi masa lalu, dia tidak akan bisa kembali. Mirip simple function dengan daerah definisi himpunan waktu berupa single point. Nilainya tentu bergantung pada koefisien, bukan nilai fungsi karakteristiknya. Analogi terhadap kehidupan adalah eksistensi waktu itu suatu keniscahyaan dan kualitasnya bergantung pada pilihan-pilihan kehidupan yang kita ambil.

‘Mematematikakan kehidupan (atau hidupmu), Na?’, kekekekek… =P

Hm… makin sering menghembuskan nafas panjang belakangan ini. Boleh jadi Alfa benar, bahwa ‘the world sometimes spin faster than our thought, deary..’. Hwuuaaaa… apa aku terlalu tidak perduli sehingga tidak menyadari ada jenis training baru di masyarakat saat ini (dating training guys!!)? Berapa persen perhatian yang kuberikan pada anak asrama saat mereka membutuhkan tempat untuk berbagi? Takbir manakah yang tanpa dualisme cinta di dalamnya (bahkan lebih..)? Astagfirullaah.. Kalau kuantitas bukan sesuatu yang dapat kuberikan, inginku mengoptimalkan ikhtiar dalam meningkatkan kualitas untuk menghadapi berlalunya waktu. In other words, terdapat barisan fungsi amal yang monoton naik dan bergantung pada waktu. Mencoba memaknai kembali hadits, ‘barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka ia termasuk orang yang merugi.’ [HR Dailami].

Demam Analisis Real nih, duh…

Waspadai pencuri waktu, kawan!! Kehilangan materi seberharga apapun tidak dapat dibandingkan dengan kehilangan waktu yang tak ternilai harganya.

Bukankah Allah bersabda, ‘Demi masa. Sungguh, manusia dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebaikan serta saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran.’ [QS Al ‘Ashr:1-3].

Wallaahu’alam.

‘rejeki mah moal kamana’

July 30, 2008 gantina 5 comments

jalan-jalan 1

hadooh.. pake jam dari negara mana sih?? india?? janjian pukul 8 pagi waktu salman, ko baru berangkat pukul 9.30?? alhamdulilah masih ada yang ngingetin (adik mentor): ’semoga teteh mendapat pahala dari menunggu itu’. jzk sayang.

pagi menjelang siang ini pergi ke walimah teh ema, staf LK di salman. setelah tidak dipastikan kembali (mobil harso) dan harus ke rumah sakit (mobil iqbal), akhirnya kami meminjam mobil manda. kang agus yang mengendarai kuda, eh salah deng taruna. perjalanan yang super jauh (10 km dari prapatan bojong pulus deket banjaran) dan menguras perasaan (banyak berdzikir, hihihi).

baru kali ini aku berani protes ke pak supir..

abdur aja sampai kasih komentar, “kematian itu memang Allah yang mengatur, tapi antum yang memegang setir!!”.

jalan-jalan 2

“tunggu bentar gHin, aku udah nyampe dago”, kataku.

iya nih, aku udah janji mau bantuin pindahan ke margahayu. alhamdulillah masih ditungguin walaupun kegiatan beratnya sudah selesai (ngangkut-ngangkut barang).

selesai nurunin barang dari mobil, kita makan-makan deh =)

harso tuh unik banget tapi terlalu under estimate sama anak-anak astri, kenapa??

jalan-jalan 3

ba’da maghrib mendadak diajak silaturahim ke rumah pak agung. iya ajah, da lagi kosong a.k.a gada gawean yang sanggup dikerjakan (makin diulik makin g nemu, mudah-mudahan belum sajah si tiga layer itu berhasil ku split).

ternyata kang agus lagi yang nyetir, semoga ini hanya masalah menyesuaikan tingkat kedalaman gas dan jam terbang sajah. aku lupa bawa keresek soalnya.

di rumah pak agung yang sangat sederhana, kami bertujuh menyapu bersih makanan yang ada. halah, rakusnya.

komentar perpisahan dari harso, “parah banget lu, kuliner mulu dari sore”.

aku balas, “apaan? dari pagi kali!!”.

“iya, parah banget lu”, dhani ikut-ikutan.

sesuai judul aja lah, ‘rejeki mah moal kamana’.

hang on sweetheart ;)

May 26, 2008 gantina 8 comments

H: teh, gimana caranya bisa terhindar dari kantuk, aku ada ujian nih..
G: hm.. (aku juga banyak tidur, perasaan..), minum kopi aja, gmn? tapi jangan sering-sering.. (yang ini hampir tiap malam, setelah libur seminggu).
H: udah.. g ngaruh..
G: aku tau.. saat kamu ngantuk, tanya pada diri sendiri, ‘kenapa saya harus bangun?’

hang on sweetheart, hang on..

motivasi yang muncul dari perundingan panjang dengan seseorang bernama ‘aku’ (walaupun berunding itu melibatkan orang kedua atau lebih..) akan memperkuat saat gundah melanda, melahirkan ketetapan hati. tekad yang super kuat ini (dengan bantuan ‘the invisible hand’ tentunya) mampu merealisasikan mimpi-mimpi, karena feelingnya sudah terasah untuk menjodohkan peluang dan kemampuan menangkapnya.

~untuk keluarga dan keilmuan~

silaturahim untuk melunakkan hati

May 26, 2008 gantina 2 comments

‘ngetik paper topik, ah..’, begitu pikirku setelah shalat ashar berjamaah dengan teman-teman asrama putri. cuma jadi pikiran tapi, karena sms reminder dari akh abdur datang. sore ini ada agenda silaturahim asrama ke ibu-ibu dan bapak-bapak yang tinggal di RW kami (asrama salman). pukul 16.15 WIB ditunggu di saung salman, kami (julian, abdur, opoy, dan aku) berangkat bersama. hm..

ini kali pertama aku berkunjung, subhanallah.. banyak hikmah yang kudapat, tentang syukur terutama.

buah tangannya benar-benar buah lho (julian dan abdur yang belanja): pisang, apel, dan melon. keluarga yang kami kunjungi berada pada state ekonomi lemah, menengah ke bawah. rumah dua tingkat mereka yang berukuran 2×3 meter berada tepat di belakang gereja yang letaknya di samping jembatan layang. dinding semennya hanya sebatas dengkul, sisanya triplek saja. ventilasi udara jelas kurang, karena hanya ada satu jendela dan pintu. di salah satu rumah yang kami kunjungi terlihat pemusatan kegiatan di lantai satu: makan, ruang keluarga, dan tempat tidur (ada kasur lipat soalnya). ragam pekerjaan bapak-bapak disana adalah pedagang, penjaga keamanan dan kebersihan, atau bagian delivery. gaji yang kata mereka pas-pasan itu diatur sedemikian sehingga mencukupi kehidupan satu keluarga. subhanallah, survive sekali mereka..

aku yang akhir-akhir ini banyak mengeluh tak banyak bicara saat dihadapkan pada kondisi ‘ketidakmampuan’. syukurlah yang senantiasa melintas di pikiran. beristighfar atas lemahnya diri. padahal nikmat-Nya kurasakan setiap detik.

terlupa untuk mengingat siapa pemberi nikmat itu..
terlupa untuk mengucap hamdalah..
terlupa untuk beramal..
terlupa untuk mengoptimalkan diri berdasar pemberian nikmat..

yup, aku terlupa melakukan bentuk-bentuk syukur nikmat. padahal Allah telah menjanjikan pelipatgandaan nikmat, ampunan, keridhaan, dan terhindar dari adzabnya. namun yang terpenting melaksanakan perintah-Nya untuk bersyukur, astaghfirullah.

silaturahmi kali ini..
alhamdulillah..

btw, nampaknya BLT benar-benar berfungsi untuk ‘menutup mulut’ rakyat kecil. seperti seorang babysitter yang memberikan antimo agar balita yang mereka jaga tidak rewel (mudah-mudahan analogi yang tidak pernah terjadi). salah satu bentuk ketidakdewasaan sesaat atas kepanikan (menejemen panik tea meureun??). balita itu akan terbangun suatu saat nanti, pun juga rakyat kecil. c’mon.. mereka butuh kail, bung!!

pertama kali

May 26, 2008 gantina 2 comments

bu’du-dani-aku-c’len-opoy-myuth

bu’du udah mirip pegawai kesehatan dadakan aja.. buka praktek di kamar salah seorang binaannya. ngobatin sakit mata anak-anak. serem bgt pas nyampe giliranku. rasanya mau mundur aja..
apa pasal? sakit tampaknya.. tapi selalu ada pertama kali kan?? dan benar ternyata, mata terasa panas sekali (nama obatnya g kuingat, sengaja). tapi setelah itu.. mata seger bgt, siap begadang nih!! heuheu.

jadi ingat peribahasa: bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

untuk kali pertama pengobatan mata ini, aku trauma.

obsesiku

May 16, 2008 gantina 4 comments

teh euis akhirnya melahirkan hari sabtu pekan lalu. setelah menunggu 10 hari dari jadwal kelahiran menurut usia kandungan. kata mamanya gHina wajar, karena anak pertama, jadi belum ada jalan keluarnya. ok..

barakallah ya teh!!

saat aku jenguk sore harinya, teh euis masih tampak berbaring lemah. beliau melahirkan bayi pertamanya di sesar (lupa nulisnya kaya apa, heuheu). oh my Rabb.. bukannya takut, aku malah makin terobsesi sama kehamilan. memang, denger cerita teh euis jadi aga-aga ngerenyit tapi..

jadi teringat, waktu itu pernah se-angkot sama dua akhwat yang sedang hamil muda. aku curi denger pembicaraan mereka (heuheu, maaf ya). lucu banget deh, ngebayangin susahnya cari posisi tidur yang enak karena terhalang perut yang membesar. belum lagi serunya ngidam (ntar aku susahin misua ah..), minta yang macem-macem, ngetes sebesar apa dia mau berkorban.

sabar ya, nak.. planning bunda untuk menggendongmu masih lama (tapi waktu itu kan relatif, heuheu)

udah ah, kasian galih nungguin dari tadi.

learn to love

May 16, 2008 gantina 3 comments

tiba-tiba teringat kata-kata bang jalal, “…; dengan ilmu, cinta bisa tumbuh. pernahkah kebodohan menempatkan manusia dia atas tahta seperti ini?”

aku lagi belajar untuk mencintai nih, bukan sedang jatuh cinta.

bener deh, aku lagi belajar mencintai. karena jatuh cinta memberikan tendensi bahwa cinta itu sesuatu yang tidak diinginkan dan karena keterpaksaan. jatuh gitu lho ;)

aku belajar mencintai dengan sederhana, belajar mencintaimu TA..

kebahagiaanmu adalah harapanku, kurasa kita sangat sesuai dan saling cocok. bertahanlah untuk menerima cintaku, akad yang telah terikrar atas nama kebaikan di atas KSM. tunggu aku di sabuga, sayang..
insyaAllah..

btw, tips membeli bunga mawar: pilih bunga yang masih kuncup dan kelopaknya tebal, lebih long lasting ternyata (based on experience, melihat waktu hidup dari 3 jenis mawar di kamar).

kuliah terakhir ;)

May 16, 2008 gantina 2 comments

alhamdulillah..

hari ini adalah hari terakhir kuliah menurut kalender akademik itb. tapi menurut kalender akademikku, hari terakhir kuliah (bedakan dengan kegiatan akademik lainnya ya, kuliah = berada di kelas bersama teman-teman dan dosen) adalah rabu kemarin. kerennya, kuliah hari rabu itu adalah penutup yang baik. kenapa baik? kuliah terakhir kemarin ditutup oleh presentasi dari bu chika, mahasiswi s3 STEI. beliau menjelaskan tentang aplikasi dari materi matakuliah topik dalam matematika aljabar yang selama ini kulalui bersama teman-teman tersayang, really guys!! ;) .

percaya-lah kawan, kuliah itu sangat membuka mataku (calon mathematician sukses -amiin- yang belum banyak tahu aplikasi ilmunya). beliau menjelaskan tentang aplikasi ECC (Elliptic Curve Cryptography) dan keunggulannya dibandingkan dengan tools secret sharing lainnya semacam RSA. jadi, ECC ini bisa dipakai untuk sistem keamanan (berbagi rahasia). contohnya e-mail, semua orang bisa tahu alamat e-mail kita tapi belum tentu bisa menebak passwordnya kan? nah alamat e-mail adalah kunci publik sedangkan passwordnya adalah kunci milik pribadi. sampai sekarang, hacker masih kesulitan mencari crack bila kita memilih kunci menggunakan ECC dan waktu yang dibutuhkan untuk men-encode kunci lebih efisien dibanding RSA (RSA itu singkatan apa ya.. lupa!).

yang lebih keren lagi, kami hanya mempelajari the theory of algebraic number di matakuliah topik dalam aljabar II (sering bikin geleng-geleng kepala di kelas dan sedikit stress karena kecepatan mengajar bu intan sering tak dapat ku kejar). sedangkan ECC ini, gabungan materi dari matakuliah koding dan topik dalam matematika diskrit II. wah, matematika banget ternyata!!

berkali-kali bu chika memuji kehebatan matematika saat memberi kuliah kemarin;)

jadi tambah semangat untuk terus belajar-belajar-belajar dan belajar..

ups, mesti ngerjain tugas dari bu intan bersama teman-temanku. dari 8 soal baru selesai 4 soal, 3 soal lainnya udah ada hint, tinggal no 5 aja yang masih blank (dan dia beranak cucu..).

ganjar ma rito dimana ya?

oia, sebenarnya ada yang masih tak kumengerti dari elliptic curve ini. pendefinisian penjumlahan yang jadi satu algoritma panjang sendiri, dan titik nolnya. menurut definisi, titik nolnya itu adalah ‘point of infinity’ yang terletak di bidang proyeksi (menuntut kesempurnaan sekali). namun, hasil penjumlahan P+P = 0 juga (P itu titik yang berpotongan dengan sumbu x). hm..