Monthly Archives: December 2011

Main Sepeda

Main Sepeda

Ya Allah.. Meni tunduuhh..!! :D

Efek olahraga, salah duanya ekskresi lancar dan tidur nyenyak ternyata. Setelah seharian main sepeda sampai asrama, akhirnya bisa leyeh-leyeh di rumah. Antara menunggu adzan Isya, makan malam, dan kikiceupan menahan kantuk yang ruar biasa :P

Perjalanan pulang ke rumah tidak begitu spesial, tidak butuh banyak energi untuk meluncur di jalan. Sekitar 40 menit sudah sampai di rumah, alhamdulillaah lancar. Sementara saat berangkat!! Hatsiw, edan lah ngos-ngos-an.. Speechless, harus mencoba sendiri :P

Sampai di asrama, nguap-nguap cantik sebentar lalu makan siang di rumah pak Umar. Meni segut.. Ayam goreng, bihun kecap, tahu, lalab, dan sambal adalah menu utama. Setelah itu, kami disuguhi es krim rasa vanilla, coke, roti, dan rambutan Binjai. Enak dan kenyang!!

Sayangnya, hari mulai mendung. Kami segera pamit setelah adzan Ashar. Gawat kalau kehujanan di jalan, sepeda ini sepedahan.. :)

Pak Umar yang masih sehat di usia 60-an, gemar berbagi rejeki dan cerita sangat menginspirasiku. Mungkin resepnya lalab daun jambu mete yang keset dicampur daun pepaya pahit secara equal :P

Jazakumullaah pak Umar sekeluarga, sering-sering traktir kita yaa ;;)

Catatan: helm sepeda, kacamata hitam, lapisan jok, klakson, dan tempat air minum.

Rihlah Etos Bandung, PLTA Lamajan

Rihlah Etos Bandung, PLTA Lamajan

Wooow!!

Puyeng, lutut lemes, dan langsung terduduk.. Beneran harus turun sejauh ini?? Pikirku sambil menelan ludah dan menarik napas dalam-dalam. Pipa besar dan panjang berwarna kuning yang bisa dilihat dari kejauhan dalam perjalanan ke Pangalengan ini luar biasa panjangnya, dan tangga curam di sisinya sangat menantang :P

Aku teringat kenangan turun dari Mahameru, main paralayang, dan naik Hysteria. Walau sampai meneteskan mata dengan tidak sadar, tetapi dapat kulalui. Jaga jarak, ‘perpendek’ target, dan fokus akan membantu :D

Itu salah satu kenangan saat Rihlah Etos Bandung Senin lalu, bagian dari rangkaian penutupan agenda pembinaan semester ganjil kami. Seru sekali tracking dari Situ Cileunca sampai PLTA Lamajan, mengitari kaki Gunung Tilu. Serunya masih terasa sampai siang ini; pegel betis.

Kata Angga, koordinator lapangan a.k.a yang tahu rute, ada tiga fase perjalanan yang harus dilalui. Fase Syukur, Allah Maha Luas, dan Ikhlas. Fase Ikhlas adalah fase paling nampol. Setelah jumpalitan (hatiku, red) ‘menuruni’ pipa kuning, kami harus naik tangga lagi. Sekitar 2000-an anak tangga sepertinya, yang berhasil kami taklukan hari itu.

Selamat ‘datang’ kepada Etoser 2011 dan Fitrian Muhammad Oddang yang baru dilantik sebagai Presiden BEM-KM Etos Bandung periode 2011-2012!! Barakallaah!!

Ngocek Kopi

Ngocek Kopi

Saat mengocek kopi beberapa hari lalu, seketika kuubah putarannya berlawanan dengan arah jarum jam. Hal ini belum menjadi kebiasaan tampaknya. Mau tau alasannya??

Pernah membedakan putaran tornado dan closet? Putaran closet searah dengan jarum jam, menyebabkan putarannya ke bawah. Sementara tornado sebaliknya, sehingga arah putaran ke atas. Ini bagus untuk mengocek kopi, supaya gulanya tidak ter’dampar’ di dasar gelas.

Jadi terpikir, atas nama sunnah putaran thawaf juga berlawanan dengan arah jarum jam. Kenapa ya..??

Apapun, aku saat ini hanya bisa mengucap ulang perkataan Umar ibn Khattab saat mengecup Hajar Aswad.

Kopi Luwak

Kopi Luwak

Hari Ahad, harinya survey!

Perjalanan dimulai pukul 9 pagi, matahari cukup cerah untuk membakar punggung telapak tangan adikku. Maklum, tur-nya ngojek. Tujuan kami, Ciwidey-Soreang-Cimahi-Lembang-Dago-Rumah. Lumayan kan??

“Rie, ko di sini (Ciwidey, red) banyak yang jual kopi luwak?” tanyaku. “Ciwidey kan emang pusatnya, ka..” Arie menjelaskan. Contoh pertanyaan yang kuajukan, lainnya.. Kenapa isi bensin full-tank bisa pas, kenapa supir angkot memberi kode lambaian tangan ke angkot di belakangnya, kenapa pilih rute ini, dan kenapa-kenapa lainnya :P

Turun dari Ciwidey, kami sempatkan mampir di Careuh Coffee. Kopi luwak aseli Indonesia lho! Jempol deh!!

Mas Hisyam, salah satu pemiliknya banyak menjelaskan tentang kopi ini. Mereka punya penangkaran luwak dekat situ. Boleh dilihat tapi karena waktu dan mendungnya awan kami tidak mampir. Kopi Arabica, yang dipilih karena lebih kuat rasa dan aromanya, diperoleh dari petani sekitar. Pemberdayaan pisan (y)

Awalnya masih ragu mengkonsumsi kopi luwak karena ada yang bilang masih khilafiyah ke-halal-annya. Ternyata merk Careuh Coffee sudah ada sertifikasi halal dari MUI. Horreee!!!

Enaknya kopi luwak, kadar asam lebih rendah dari kopi biasa. Mas Hisyam bilang karena sudah dicerna oleh luwak. Cocok-lah untuk awak :P

Sudah ngobrol ke sana ke mari.. Pas mau bayar, ternyata dompet kosong X_X

Rapat Evaluasi

Rapat Evaluasi

Hujan rintik-rintik yang kerep..
Lampu angkot yang temaram..
Duduk sendirian-kedinginan tanpa jaket..

Memang, paling pas dipasang bekson lagu dangdut :P

Tiba-tiba, aku teringat rapat evaluasi kemarin. Pak Tatang mengatakan bahwa guru-guru dari X Institute baru sampai pada tahap pengajar, kami belum bisa mendidik. Membiarkan siswa yang datang terlambat, tidak menggunakan RPP, dan tidak memahami pedagogi adalah sedikit dari kasus yang beliau contohkan. Fakta yang menyedihkan.. X_X

Harus lebih baik lagi, Gan!!

*resolusi26
*semangat donlot modul pengajaran dari Mankey
*mempelajari contoh RPP dari pak Deden

Bayar Dulu!

Bayar Dulu!

‘Mau nama lo dimasukin?? Bayar dulu 50 rebu!!’ tukas Ayu.

Anak ini ajaib deh! Belum juga lulus semester satu tapi kelakuannya bikin geleng-geleng kepala. Siapa sih yang ngajarin?? :P

Ayu, adik etoser angkatan baru, kesal karena diacuhkan teman-teman sekelompoknya. Tugas yang seharusnya dikerjakan bersama, akhirnya hanya diselesaikan sendiri. Padahal, upaya-upaya agar kerjanya berkelompok sudah dilakukan.

Akhirnya, nama teman-temannya tidak dicantumkan pada tugas yang siap di-print. Pertanyaan maut itu pun muncul, kena ‘palak’ deh mereka..

In a way, Ayu sukses men-treat teman-temannya. Di kerja kelompok selanjutnya, dia gak single fighter lg. Good job (y)