Kehidupan asrama memang ajaib.
Satu barang dipakai oleh banyak orang, milik sendiri serasa milik bersama. Tiba-tiba sabun, shampo, atau pasta gigi habis terpakai orang lain. Mungkin juga cadangan makanan persiapan akhir bulan ludes tanpa ada yang minta ijin. Ada yang lupa mencuci kembali alat makan kotor, terpaksa dibersihkan jika terlihat karena ingin asrama terlihat rapih dan bersih. Khawatir, nanti image asrama yang kena dampak buruk. Piket harian terlewat karena terlalu sibuk oleh tugas, terpaksa di-cover oleh teman-teman yang lain.
Banyak pemakluman yang diminta keikhlasannya.
Disamping itu, betapapun beragamnya saudara se-asrama, semua jadi bagian keluarga yang (seharusnya) saling melengkapi. Saling merawat dikala sakit, saling berbagi dikala sempit, saling mengasihi disepanjang kebersamaan, dan beragam kebaikan lain. Keteladanan yang ikhlas-lah yang mampu mengikis jurang keapatisan. Jangan pernah menyerah, karena perbaikan hanya atas ijin Allah swt.
Salam sayang, untuk adik-adikku <3
meni ‘sabilulungan’ pisan
Yang baik-baiknya bisa share di asTri MHT tuh, biar kehidupan berasrama mereka lebih banyak manfaat daripada mudharatnya
Salaamun’alaikum!!
Sangat Setuju bgt Teh!!!
memang begitulah dunia asrama,, tak jauh bedanya dengan dunia “NGOBONG” di pesantren,,
rasa2nya, Indah, ingataan panjang terus,,
bnyak kesannya.. di balik derita,ada kebahagiaan tersendiri,hehe