Seharian keliling Ciwidey membuat perut lapar dan naga-naga di dalamnya meraung. Asam lambung meningkat dan rok basah karena kehujanan jadi kombinasi yang pas untuk melawan daya tahan tubuh. Setelah pasorong-sorong milih tempat makan (lamanya..), alhamdulillaah saung ini jadi pilihan kami (asiik sigana maahh).
Hot Chocolate jadi pilihan yang tepat untuk melawan rasa dingin yang dibawa angin lewati celah-celah saung kami. Walaupun si coklat lebih mirip susu kental manis yang sering kuseduh di rumah (heuheu). Makanan disini memang sederhana (baik tampilan maupun kualitas, jamil jeung jayyid tea kalo kata bu Demi mah). Kalo sempat dateng kesini, coba selain gurame bakar dan tumis kangkungnya deh. Guramenya dibakar terlalu coklat (pahit) dan tumis kangkungnya biasa aja. Tapi nuansa dan privasi dapet lah^^
