Home > dunia putri > Berbagi dengan Laskar Matahari

Berbagi dengan Laskar Matahari

Terlepas layak atau tidaknya al faqir ini memberikan tausiyah pada teman-teman, kita sama-sama berharap tulisan ini mendekatkan kita pada yang Satu.

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Suatu sore di koridor akhawat mesjid Salman, Yuli dan Putri membuka majlis ilmu dengan membaca basmallaah. Yuli yang menjadi mualaf awal April tahun ini membuka buku iqra dan membacanya terbata-bata. Sementara Putri memperhatikan tempat keluar tiap huruf dan panjang-pendek bacaannya. Mereka bersama memperhatikan buku iqra jilid 2 yang laku keras di London, kota yang menjadi saksi Yuli bersyahadat. Terkadang, beberapa akhawat melirik pada kesibukan mereka berdua. Kagum, saat melihat kerasnya usaha Yuli mengucapkan ha, kho, dan ‘a. Senang, saat dapat mencontohkan pelafalan huruf dengan benar padanya. Malu, saat mengingat ketidakperdulian-ketidakperdulian Putri membaca mushaf.

Putri bertanya pada diri sendiri melihat kerasnya Yuli berikhtiar, ‘Kapan aku kehilangan rasa keingintahuan? Semangat mengubah diri dari tidak tahu menjadi mahir? Benar-benar membaca dan mendengar di majelis ta’lim (apapun)?‘

Nah, pernah merasa seperti itu temans? Saya sering melewati matakuliah hanya sekedar mendapat nilai ketika S1. Analoginya dalam kegiatan religius, ‘hanya menunaikan kewajiban tanpa melihat nilai ukhrawi’. Wah, rugi deh! Pertama, nilai belum tentu OK. Kedua, belajar hanya untuk ujian. Ketiga, kredibilitas sebagai matematikawan(ti) diragukan sangat. Keempat dan seterusnya, disesuaikan dengan imajinasi masing-masing =P

Nah (lagi), saya pikir belum terlambat untuk memperbaiki kualitas hidup kita di masa depan. Seperti salah satu judul acara yang diadakan untuk mengenang WS Rendra, ‘Kemarin dan Esok adalah Hari Ini’.

Mungkin judulnya tidak tepat, lupa.

In time, girls (and guys of course)!!

  1. machmoedsantoso
    November 15, 2009 at 9:43 am | #1

    heu.. kadang-kadang emang suka terlewat atau terlupakan untuk melihat nilai ukhrawi dari suatu perihal.

  2. aa dani badra kasep pisan selalu
    November 18, 2009 at 1:01 am | #2

    waahhhhhhhhhhhh

    *terharu

  1. No trackbacks yet.