Home > dunia putri > Post Graduate Syndrome

Post Graduate Syndrome

“Jangan terlalu banyak berpikir,” saran temanku.

Dan gw gak perduli!!! Otak-otak gw, masalah-masalah gw, hidup-hidup gw!!!’ seruku dalam hati pada saat itu. Childish, ha?? Ben-tul (bener-betul) banget.

Hei-hei, engineer… beginilah kira-kira scientist hidup. Aku terbiasa berpikir ulang inti permasalahan (dengan menyederhanakannya), mengumpulkan sekeranjang variabel yang mempengaruhi masalah tersebut, menentukan variabel dengan tingkat pengaruh lebih dari 80% (kira-kira lah ya..), menentukan solusi, berpikir ulang proses sebelum mengambil tindakan. Tahapan proses yang panjang dan berbelit? Tidak spontan? Pragmatis (apa pula ini…)?

Ucapku (sekali lagi) dalam hati, ‘dan gw gak perduli!!!’.

Sekarang, setelah syarat-syarat wisuda selesai kusiapkan, aku membutuhkan kemampuan spontanitas-berpikir melebar(bukan mendalam)-fleksibel. Aku terlalu terikat dalam rutinitas dididik, berat rasanya membereskan meja belajar dan melihat kegiatan belajar-mengajar di kelas (pas mampir ke prodi). Meja belajar, meja (walaupun barangnya berganti dalam lima tahun) dengan suasana kura-kura (kuliahrapat-kuliahrapat) sekarang berganti feminis berbau salman. Buku pelajaran beberapa semester terakhir didaftar dan ditawarkan pada teman-teman. Pinjam bukan ngasih, siapa tahu butuh (dasar pelit! hihihi). Kangen deh: nunggu dosen di ruang belajar, ngantuk-ngantuk di kelas, belajar bareng di kortim, makan siang di lubay, dan jalan bareng temen-temen. Lima tahun lebih cukup untuk menjebakku dalam kondisi ‘nyaman’ berada di lingkungan pendidikan kampus.

Juli lalu, temanku yang lain curhat, kondisinya similar denganku saat ini. Kami punya sejarah perkuliahan yang sebelas-duabelas (a.k.a hanya nilai yang membedakan). Aku (sok bijak) bilang, “Segera temukan rutinitas baru, teman. Dirimu mengalami masa kekosongan sekarang. Masa dimana ketidakjelasan menghinggapi, tanpa tahu kapan berakhir.”

Tetettoetttttt

Alhamdulillah, dia gak bilang, “makan tuh omongan!!”

[Kasar ya nada tulisanku? ^^]

Oh, my Rabb…

Saat post-graduate-syndrome ini menderaku, angin berbisik lembut padaku, membawa pesan pelipur resah:

Ya, Allah. Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari gundah gulana, sedih, lemah, malas, kikir, penakut, terlilit hutang, dan tekanan/penindasan orang lain.’ (HR Bukhari)

  1. October 17, 2009 at 12:27 am | #1

    sudah mulai terasa yah indahnya masa kuliah.. :D

    • gantina
      October 19, 2009 at 4:52 am | #2

      huhu, iya kang muy.
      jadi g sabar utk kuliah lagi =)

  2. aa dani badra kasep pisan selalu
    October 17, 2009 at 12:54 pm | #3

    waahhhh…saya pernah juga seperti ini dulu tapinya…bener2 pernah merasa sedih betul….tapi ahirnya bahagia juga. kuncinya? ya dinikmati lah setiap waktu. tak terlalu khawatir dengan hari esok…yang jelas pada detik sekarang saya melakukan sesuatu dengan saya yang sebisa mungkin sapaehna. masa-masa mencari kerja itu akan datang suatu saat. masa-masa tes-tes kerja juga akan ada suatu saat. masa-masa mencari pendamping hidup juga akan ada suatu saat……tenang saja.insyaallah. kalo kita merasa sedih jauh-jauh hari aahhhh lebar eta mah…..

    dan masa kuliah itu memang keren …….menyesal saya dulu tidak masuk PAS dan jadi pegurus inti HMFT heuheuheu

    • gantina
      October 19, 2009 at 4:53 am | #4

      dasar, dan. sok atuh mana undangan teh??

  3. October 20, 2009 at 10:37 am | #5

    hohoho.. sok atuh segera kuliah lagi.. semoga lancar perjalanan menuju kuliah laginya..

    heueuh dan ,, mana undanganna. :D

  4. October 25, 2009 at 10:44 am | #6

    Ya betul. jangan banyak berpikir, just do it what u can, what confront you ;)

  5. October 30, 2009 at 7:48 am | #7

    heu tina sudah master lagi..hebaat :) semoga segera menemukan tujuan perjalanan selanjutnya yaa :)

    • gantina
      November 2, 2009 at 7:31 am | #8

      heuheu, iya alhamdulillah teh ^^

      amiin…

  6. aa dani badra kasep pisan selalu
    November 3, 2009 at 1:25 am | #9

    undangan ulang taun undangan naon?heuheu

  1. No trackbacks yet.