Kesadaran itu Matahari
“Kesadaran itu matahari,” celoteh mas Rendra
Sengatan panas dan kilau emas memicingkan mata sambil tengadah
Menghujani rimbunnya rasa yang tumbuh di hati
Menciptakan ‘kata’ dan menghadirkan ‘makna’
Sambil menunggu diksi tertera, menjadi asa
Sekarang, sampai nanti..
Mimpi-mimpi berlarian mengejar matahari
Bergemuruh sesibuk deru ombak membelah sunyi
Seperti laut yang memuluskan pinggiran pantai
Perlahan menuju fajar, dari malam paling gelap
Perlahan tinggalkan senja, dari lembayungnya langit
Categories: p u i s i

Komentar Teman-Teman