Archive

Archive for July 12, 2009

CampurSari: Tug My Heartstrings (?)

July 12, 2009 gantina Leave a comment

Cerita 1

Memed dan separuh jiwanya tandang ke kota kelahiranku pekan lalu. Penuh kerinduan kami menyusun jadwal pertemuan. Sayang, Allah belum mengijinkan kami bersua. Banyak cerita yang ingin kubagi denganmu, Med. Saudara seperjuangan saat hidup di kota keras penuh tantangan, masih kekanak-kanakan kami tempo hari. Memed dibalik PC-nya menyusun pers rilis kegiatan-kegiatan kantor sementara kawan lainnya (included me, of course) pulang pergi Lebak Bulus-Depok. Begitu cepat bulan berlalu, aku kembali ke Bandung (menghadapi realita hidup). Memed, Shanda, Mas Rendra, dan Kak Izal sebagian yang kurindukan untuk kembali bertukar cerita.

Cerita 2

Tepat saat jam mengajarku habis, telepon dari Linpau masuk.

L: lu dimana, gan?

G: otw ngampus

L: gw di kampus nih

G: serius, lu?? kapan brangkat dr palembang? ntar siangan gw kosong, ketemu yuk!

L: gw udah ada janji, sms-in jadwal kosong lu dah!

G: seep-seep..

Singkat cerita, Jumat sore akhirnya kami berhasil bertemu di tengah pak-pik-pek ngurusin titipan transkrip dan ijazah teman-teman (juga temennya Linpau yang lagi galau). Pertemuan singkat memang, wong aku harus segera cabut ke Cihanjuang. Padahal bakpau yang satu ini ke Bandung untuk mengobati kekecewaannya, asiifa ya ukht. Alhamdulillah, perjalanan Perpus Pusat-Salman sedikit mengobati kerinduan ngata-ngatain Linpau (kerjasama yang bagus, Rief). Bukankah cara mengungkapkan kasih sayang beragam? =P

Cerita 3

SMS Lya:

tin, rani g bs, frd gd kbr, ketyh lg sakit. gmn?

SMS-ku:

wah, pdhl kangen berat!! sakit apa ketyh?

SMS Lya:

badannya panas, takut DB lg. yang mw pengumumannya juga g bs.. next time?

SMS-ku:

insyaallah =)

Genggong jaman SMA, 8-an. Kami temenan dari kelas 1. Gak badung-badung amat sih, kenakalan biasa lah: mabal kemana-mana, rasis di kelas, sok gaul, ngeceng senior dr balik kaca kelas, lomba tepat lempar tisu bekas umbel ke tong sampah di luar kelas, nge-track di jalanan, dlsb =P Kenakalan yang membuatku merasa cukup, cukup nakal untuk berhenti dan mencari warna kehidupan lain di kampus. Aku sayang sama mereka: Bunga, Echa, Farida, Icha, Ketyh, Lya, dan Rani. Sebentar lagi salah satu (mungkin lebih) dari kami akan menggenapkan separuh diennya. Gak nyangka..

Cerita 4

“He tells me you’re a doctor?”

“Yeah, I work at the children clinic.”

“How is it?”

“I enjoy it. How about you?”

“I’m a student. Umm, I’m thinking of making it as my career.”

“Hahaha..”

Closing

Nothing special, pengen curhat doang ko =)

%apaan sih, G..

%ngacapruks versiku

Tips Sambut Ramadhan: Optimalisasi Ansyithah Ibadah Ramadhan

July 12, 2009 gantina 2 comments

Delapan Tips Sambut Ramadhan versi dakwatuna.com (hasil ngedit):

  1. Berdoa agar Allah swt. memberikan umur panjang dan kesehatan untuk berjumpa dengan bulan Ramadhan sehingga pelaksanaan ibadah (puasa, shalat, tlawah, dan dzikir) optimal. Dari Anas bin Malik ra. berkata, Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, “ Allahumma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadhan. (Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan).” (HR Ahmad dan Tabrani)
  2. Pujilah Allah swt. karena Ramadhan telah diberikan kembali kepada kita. Bukankah kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan salah satu nikmat terbesar?
  3. Bergembira dengan kedatangan bulan Ramadhan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya setiap kali datang bulan Ramadhan: ”Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR Ahmad)
  4. Rencanakan agenda kegiatan harian untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan yang singkat.
  5. Bulatkan tekad untuk mengisi waktu-waktu Ramadhan dengan ketaatan.
  6. Pahami fiqh Ramadhan karena setiap mukmin wajib hukumnya beribadah dilandasi ilmu agar amaliah ramadhan kita benar dan diterma Allah swt.
  7. Kondisikan qalbu dan ruhiyah untuk pembersihan jiwa.
  8. Tinggalkan dosa dan maksiat.

Semoga Allah swt. menyampaikan Ramadhan kepada kita dan menyampaikan kita kepada Ramadhan. Amiin =)

Categories: artikel Tags:

Motivasi: Optimalisasi Ansyithah Ibadah Ramadhan

July 12, 2009 gantina Leave a comment

Sabtu, 11 Juli 2009, adalah hari pernikahan Muthia dan Fauzi. Pernikahan disiapkan jauh hari sebelumnya. Misalnya pembentukan panitia (most of them from Salman’s dormitory), konsep pernikahan, rangkaian acara, penentuan vendor-vendor pelengkap pernikahan (tempat, katering, tatarias, dekorasi, dlsb), sampai detil pergerakan pager betis (kek maen bola aja neh). Bahkan ada yang kursus dandan kilat menjelang hari-H, untuk kebahagiaan Muthi katanya. Semua itu, demi terjaminnya  kesakralan ritual pernikahan (insyaallah) sekali seumur hidup yang menjadi ikatan kuat. Ikatan kuat bukan hanya antara mempelai tetapi juga antara individu dengan Allah swt. Doaku Myuth: ’Barakallahulaka wa baraka ’alaika wa jama’a bainakuma fii khair.’

Persiapan yang matang menjadi kunci sukses pernikahan. Bagaimana dengan persiapan Ramadhan yang (insyaallah) akan menaungi kita tak lama lagi? Ramadhan menghendaki adanya keinginan kuat dan persiapan matang sebelumnya, agar kebaikan-kebaikannya dapat diraih.

Kalau pernikahan jadi super spesial karena mempertaruhkan setengah dien. Landasan berpikir apa saja yang dapat memotivasi kita agar persiapan Ramadhan menjadi optimal? Kita simak bareng-bareng ya =)

”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebaaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al Baqarah: 183)

”Sesungguhnya di dalam surga ada pintu bernama Royyan, tidak ada yang memasukinya kecuali mereka yang shaum Ramadhan.” (Muttafaq ’alaih)

Nabi saw. bersabda, ”Bila Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup, sementara setan-setan diikat.” (HR Bukhari Muslim)

”Setiap amal anak Adam (selama Ramadhan) dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat, bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. Kecuali puasa, Allah swt. berfirman: ’Puasa itu untuk-Ku, dan Aku langsung yang akan memberikan pahala untuknya’.” (HR Muslim)

”Siapa yang berpuasa Ramadhan dengan kesadaran iman dan penuh harapan ridha Allah, akan diampuni semua dosa-dosa yang lalu.” (HR Bukhari Muslim)

”Orang yang berpuasa doanya tidak ditolak, terutama menjelang berbuka.” (HR Ibn Majah, sanad hadits ini shahih)

Semoga kita menjadi golongan yang merindukan dan dirindukan Ramadhan, ”Allahumma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadhan. (Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan).” (HR Ahmad dan Tabrani)

%Road to Ramadhan

%[modeon:=on fire]

Categories: artikel Tags: , ,

Jabat Tangan dan Wisuda

July 12, 2009 gantina 1 comment

Wisuda ITB periode Juli sudah di depan mata, sudah dekat dengan penciuman, tinggal sehasta lagi untuk dicapai, dlsb. Bu’Eu, ceLen, Opoy, Tiara, Rito, bangFai, bangIkhwan, Husni, Abdur, dan k’Hilya adalah sebagian dari wisudawan Juli ini. Begini harapan yang masBas sampaikan saat aku lulus S1, Juli setahun yang lalu:

‘Semoga kelulusan dan gelar ini mempermudah dakwah, mengokokohkan posisi di masyarakat, memperlancar rizki, memperjelas perencanaan hidup, menambah rasa syukur tanpa menimbulkan kesombongan.’

Aku juga mengharapkan hal yang sama untuk kalian =)

Cacat yang penting pada momentum wisuda adalah mushofahah antara pria dan wanita yang bukan mahram. Padahal hukumnya sudah jelas lho: haram, karena termasuk bagian yang mendekatkan kepada fahisyah. Semoga teman-teman tidak tasahul dan tarakhsuh dalam hal ini karena ’azimahnya jelas (sekali lagi: haram).

”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikan ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian, yang demikian itu lebih  utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS An-Nisaa’: 59)

Apalagi untuk da’i kampus, duuhhh.. mushofahah itu suatu yang sangat aib dan ’urf yang tidak terpuji dari sebagian orang.

”Wahai orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS As-Shaff: 2-3)

Tapi.. kenapa sih mushofahah ini diharamkan?  Berikut adalah beberapa hadits pendukung =)

”Rasulullah saw. bersabda kepada wanita (yang hendak hijrah dan berbai’ah setelah diuji): ’Aku telah membai’ahmu secara lisan.’ Dan tidak, demi Allah, tangan Rasul saw. tidak menyentuh tangan wanita dalam bai’ah. Apa yang dibai’ahkan kepada mereka hanyalah perkataannya.” (HR Bukhari)

“Dari Abdillah bin Amru, bahwa Rasullulah saw. tidak menjabat tangan wanita dalam bai’ah.“ (HR Ahmad)

“Rasulullah saw. bersabda, ’Seseorang ditusuk kepalanya dengan jarum besi lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal.’“ (HR At-Tabrani, berkata imam Al-Haitsami, para perawinya shahih)

Rasululah saw. saja tidak jabat tangan dengan non muhram pada situasi penting (bai’ah). Dari baca-baca: madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali juga  sepakat hukum jabat tangan antara laki-laki dan wanita yang bukan mahramnya haram. Sudah sepantasnya kita komitmen dengan hukum ini dan meneladani Rasulullah saw., sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.“ (QS Al Ahzab: 21)

Semoga menjadi tadzkiroh bagi kita semua =)

Catatan:

  1. Permainan mencari arti kata yang dicetak miring nih, ’Siapa Cepat Dia Dapat!’ (maksudku: dapat memahami, heuheu).
  2. Guys, I wud do evrything to gradt on Oct!!! Banzai!!!!
  3. Jzk filenya, Kak!! =)
Categories: artikel Tags: ,