Archive

Archive for June 21, 2009

Nasihat dari Pak Pengamen

June 21, 2009 gantina 6 comments

Aku punya kebiasaan mengisi waktu dengan membaca, dimanapun dan kapanpun. Buku yang sedang kubaca belakangan ini, selain novel The Choice karya Nicholas Sparks, adalah buku bertema kepemimpinan dalam Islam. Buku yang membincang nilai kepemimpinan agung dalam sejarah Islam. Aku terus membacanya sepanjang perjalanan menuju Lembang pagi ini. Tenggelam dalam dunia bacaan, seperti seorang autis. Sampai di suatu persimpangan, ada kejadian yang membuat hatiku sadar. Sebuah nasihat dari seorang pengamen tua. Bapak ini menegur ketidakpedulianku terhadap dunia luar. Selesai bernyanyi dan mengedarkan gelas plastik kosong ke dalam ruang angkutan umum, beliau menyentuhku dan berkata, “Sombong!!”.

Astagfirullah..

Sama sekali tidak ada niatku mengacuhkan beliau. Aku hanya sedang tenggelam dalam dunia bacaan.. Asiifa pak pengamen, asiifa.. Aku teringat firman Allah swt., “dan terhadap orang yang meminta-minta maka janganlah kamu menghardiknya.” (Ad-Dluha: 10). Walaupun tidak menghardik secara lisan, aku takut menorehkan rasa sakit di hati beliau. Apalagi setelah kejadian itu aku hanya bisa terdiam, tanpa kata-kata. Setelah itu, mataku memanas menahan airmata..

Categories: dunia putri Tags: , ,

Dosen Luar Biasa

June 21, 2009 gantina 4 comments

Mengajar itu ibarat seni dan guru sebagai senimannya. Sepakat, karena saat mengajar aku mengekspresikan kepribadianku. Karyaku adalah murid-muridku yang tidak statis. Di kelas, bukan hanya transfer materi yang terjadi. Emosi, kecintaan terhadap ilmu, harapan terhadap murid, dan penghambaan kepada Allah swt. menjadi kesatuan rasa. Ilmu pengetahuan sebisa mungkin diracik menjadi informasi yang mudah dicerna. Seniman yang menjadi pusat perhatian haruslah pandai dalam membawakan materi. Bukankah vokalis lebih penting daripada lagu yang dibawakannya?

Teman, doakan ya..

Besok, Senin 22 Juni 2009, kali pertama aku mengajar sebagai dosen (status: Dosen Luar Biasa) di salah satu institusi swasta di Bandung. ’Vokalis’ ini akan membawakan ’lagu’ Kalkulus I dan Matriks&Ruang Vektor di kelas yang berbeda. Menegangkan sekali, karena belum terbiasa menghadapi kelas besar. Seperti yang ditakutkan Fajar: mengajar terlalu cepat, materi terlalu jauh, dan tidak diperhatikan. Padahal Fajar memiliki kapabilitas keilmuan dan jam terbang lebih tinggi daripada ’anak band’ yang satu ini. Aku yakin suatu saat dia akan sehebat pak Amuk dengan kecepatan lebih tinggi. Biasakan dirimu, Bro =D

Teringat nasihat indah dari kang Memen, senior Matematika, dalam mengajar:

Perbanyaklah ibadah sebelum mengajar, agar yang disampaikan lebih berisi.

[Rencana mengajar hari pertama: perkenalan, menyepakati peraturan bersama di kelas, memilih penanggung jawab kelas, menyampaikan materi dan latihan, serta memberikan tugas]

Jagalah aku dengan penjagaan terbaik-Mu, ya Rabb.

Bismillahirrahmaanirrahiim =)

Categories: dunia putri Tags: , ,

Sayap-sayap Pernikahan

June 21, 2009 gantina 5 comments

Islam adalah agama yang mencakup semua sisi kehidupan. Tidak ada satu pun masalah yang tidak disentuhnya karena Islam rahmat bagi seluruh alam.  Pernikahan pun, yang menjadi ikatan kuat dan suci antara dua manusia, telah banyak disentuh nilai Islam. Kriteria bakal calon pendamping hidup, penyelenggaraan pesta pernikahan yang  berkah,  serta hak  dan kewajiban suami istri diajarkan dalam Islam. Pernikahan sakinah, mawaddah, warahmah akan terwujud dengan mengikuti jalan lurus ini.

Langkah pertama dalam menapaki pernikahan adalah penetapan tujuan islami. Serangkaian tindakan spesifik untuk menyelesaikan komitmen dari sebuah visi besar, cinta Allah swt.. Dalam Islam, tujuan pernikahan adalah:

1. Memenuhi tuntutan naluri manusia yang asasi.

2. Membentengi akhlak yang luhur.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih Menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).

3. Menegakkan rumah tangga islami.

4. Meningkatkan ibadah kepada Allah swt..

5. Mencari keturunan yang shalih dan shalihah.

Allah berfirman: “Allah telah menjadikan dari diri-diri kamu itu pasangan suami istri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?”. (An-Nahl : 72).

Niat yang lurus mengantarkan hamba pada kebahagiaan abadi yaitu kehidupan yang penuh naungan cinta Sang Maha Pengasih di dunia maupun akhirat. Perhatikan hadits berikut,

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya. Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang).

Langkah berikutnya adalah memastikan perjalanan pernikahan selanjutnya sesuai dengan syariat Islam. Kita melakukannya dengan mempelajari dan mengaplikasikan fiqh pernikahan (yang menjembatani syariat Allah swt. dan implementasi oleh manusia), pernikahan-pernikahan agung dalam sejarah Islam, dan tuntunan pernikahan dari Rasulullah saw..

Pernikahan dengan niat yang suci dan cara yang lurus bagaikan amal dengan sayap lengkap. Sayap yang siap menerbangkannya ke sisi Allah swt. sebagai pemberat timbangan amal di akhirat kelak.