Rosemary di Patahan Lembang
Aku dapat beberapa batang rosemary saat berkunjung ke rumah Owen di Patahan Lembang akhir pekan lalu. “Tancepin aja, Gan. Ntar juga tumbuh sendiri,” kata Owen. Sekarang sebagian kecil ada di mejaku untuk mengharumkan ruangan. Menurut cerita, di jaman Yunani dulu batang rosemary sering dipakai sebagai mahkota saat ujian. Tujuannya menjaga kesegaran pikiran saat ujian, wangi memang. Sisanya kutancapkan di pot di halaman tengah asrama, berharap dia tumbuh dan berbunga. Berdasarkan foto hasil browsing, bunganya berwarna biru cantik, secantik namanya. Tapi belum mengalahkan mawar hitamku, ko =D
Kami juga mencoba membuat tiara dari batang rosemary. Cukup sulit karena butuh batang yang panjang. Yusuf sukses membuat tiara itu, dengan bangga dia memakainya sepanjang perjalanan kami. Bahkan setelah pulang dari curug Cimahi, masih saja tiara itu dipakainya. Hasan lebih aneh lagi, tiara Yusuf diberi aksen ilalang. Tampak seperti anak daerah pedalaman Gorontalo bersenjata gitar dia, heuheu. San, kata pepatah: ‘gitarmu adalah mulutmu, suarakan pikiranmu lewatnya’. Sabar ya, tunggu aku rada jago saeutik, nanti kita nge-junk bareng. InsyaAllah..
Banyak lho kegunaan rosemary, teman. Tanaman yang nama latinnya Rosmarinus Officinalis ini tahan penyakit dan hama. Tanaman yang banyak mengandung kalsium, zat besi, dan vitamin B6 ini dapat ditumbuhkan melalui pencangkokan. Tehnya dapat membantu mengatasi masalah reumatik, pencernaan, dan flu. Selain untuk medis, rosemary dapat digunakan untuk pengharum ruangan.
Gak sabar, dikasih kesempatan lagi sama Allah untuk berkunjung kesana dan menikmati teh rosemary dengan pemanis daun stevia =)

kalo sy sih…rosemary biasanya buat bumbu masak…bikin ayam bakar jadi wangi
hahaha……
jadi inget nich… seru banget…
rosemarry di kamar cicik dah mulai layu….