Archive

Archive for April, 2009

Beasiswa Bervisi TPB

April 20, 2009 gantina 4 comments

“Satu demi satu manusia yang ada di sekitar Rasulullah saw berubah. Mereka mengalami proses rekonstruksi (pembangunan ulang) visi dan pandangan hidup mereka tentang Tuhan, tentang diri mereka sendiri sebagai manusia, tentang alam raya yang mengitari mereka, tentang misi kehidupan mereka di dunia. Dan itu menjadi awal dari perubahan besar yang terjadi dalam skala kepribadian mereka. Dan tiba-tiba gurun jazirah Arab dipenuhi oleh manusia-manusia besar yang siap memimpin dunia.”
(Model Manusia Muslim Pesona Abad 21, H.M. Anis Matta, Lc.)

Peradaban Islam yang mulia sepatutnya diemban oleh manusia yang memiliki karakter kuat. Manusia visioner, mampu melaksanakan alur misi dengan tepat, dan memiliki landasan gerak yang kuat mencirikan karakter tersebut. Seseorang yang visioner mampu membuat narasi besar bukan hanya sebagai individu tetapi juga sebagai elemen masyarakat. Narasi yang dapat diejawantahkan menjadi kerja-kerja realistis dan terukur ketercapaiannya. Kerja-kerja yang didasari oleh harapan dan ketakutan kepada Allah swt.

Bagaimana cara mendapatkan manusia yang dapat menjawab tantangan jaman?

Perkembangan karakter dipengaruhi sifat bawaan dan lingkungan eksternal. Sifat bawaan (genetik) dan pola pengasuhan orang tua membentuk karakter dasar manusia. Saat porsi domestik berkurang, lingkungan punya andil dalam membentuk ‘siapa’ aku. Karena kestabilan kepribadian bergantung pada variabel waktu, salah bergaul menempatkan manusia di tingkat rendah. Dengan demikian, ketepatan memilih lingkungan berbanding lurus dengan optimalisasi pembangunan model manusia ideal.

Pemuda sebagai cadangan kekuatan di masa depan menjadi kandidat kuat objek pembangunan model manusia ideal. Alasannya sederhana, ketersediaan dan peluang sukses terbina besar. Tanggung jawab pemuda barulah dirinya sendiri sehingga basis massa pembangunan model manusia ideal terjamin ketersediaannya. Sedangkan masa peralihan dari remaja ke dewasa membutuhkan sistem pembinaan agar terhindar dari kegamangan. Muncullah pemuda-pemuda yang mencari tempat untuk membina diri.

Dimana dapat ditemukan tempat pembinaan diri yang ideal?

Mesjid Salman Institut Teknologi Bandung (ITB) didirikan sejak tahun 19xx. Visi mesjid ini menjadi mesjid kampus yang mandiri sebagai wadah pembinaan insani, pengembangan masyarakat, dan pembangunan peradaban yang islami. Mesjid ini berfungsi sebagai mesjid kampus, mesjid kader, dan mesjid peradaban. Sebagai mesjid kampus, Salman mempunyai misi menumbuhkan dan mengembangkan mesjid Salman ITB sebagai mesjid kampus yang memiliki jati diri islami serta menciptakan suasana kehidupan dan pemikiran yang islami khususnya di lingkungan kampus ITB dan umumnya di masyarakat luas. Sebagai mesjid kader, misi Salman yaitu membangun suatu sistem pembinaan yang mampu menghasilkan intelektual muslim yang berakhlakul karimah dan sanggup menghadapi tantangan jaman. Dengan tercapainya fungsi mesjid kampus dan mesjid kader, Salman menuju terwujudnya misi sebagai masjid peradaban. Misi Salman sebagai mesjid peradaban yaitu mengembangkan model masyarakat islami yang sesuai dengan tuntutan perkembangan jaman, ikut serta mengantarkan dan mengembangkan masyarakat bangsa Indonesia menuju terwujudnya masyarakat informasi yang islami, dan mengembangkan dan menjalin kerjasama potensi kreatif umat menuju kebangkitan kembali peradaban yang islami.

Salman menyediakan sistem pembinaan untuk membangun model manusia ideal sebagai realiasasi dari visi dan misinya. Beasiswa Bervisi bagi mahasiswa Tahap Persiapan Bersama (TPB) ITB merupakan salah satu program dari sistem pembinaan tersebut. Program ini diharapkan dapat memfasilitasi kebutuhan akademik, hidup, dan keislaman mahasiswa TPB ITB. Sehingga program kerjasama antara Lembaga Kaderisasi dan Rumah Amal Salman ITB dapat melahirkan pemuda yang mengalami rekonstruksi visi bernuansa Islam dan menjadi muslim prestatif.

Mengapa Salman memilih mahasiswa tingkat pertama kuliah di ITB?

Jelas terlihat terdapat irisan antara kebutuhan mahasiswa TPB ITB dengan kepentingan Salman. Salman yang berusaha merealisasikan visi dan misinya melalui fungsi sebagai mesjid kampus dan mesjid kader bertemu dengan mahasiswa yang memasuki tahapan baru dalam hidupnya. Mereka datang dari daerah asal, latar belakang ekonomi, dan kehidupan yang berbeda-beda. Pemuda-pemuda terbaik bangsa yang telah melewati seleksi ketat pintu masuk kampus ITB. Hampir 70% dari mereka adalah muslim tapi tidak semuanya berada di tingkat ekonomi aman. Terutama kaum mukimin (pendatang) yang tidak memiliki kerabat di Bandung, pilihan sulit bagi mereka saat harus mempertahankan hidup dan meraih prestasi yang tinggi.

Salman sebagai institusi da’wah dengan visi dan misi yang telah disebutkan diatas membuka ruang persentuhan antara mahasiswa sebagai basis massa kampus dan kader bagi Salman kelak dengan mimpi membangun peradaban islami. Ruang persentuhan berupa program beasiswa yang fungsinya bukan sekedar pemenuhan materi. Program yang memfasilitasi kebutuhan akademik, hidup, dan keislaman mahasiswa TPB ITB. Program yang dapat menghasilkan model manusia ideal penyokong kebangkitan umat.

Categories: Uncategorized Tags: , ,

Argan’s Kitchen 6 April 2009

April 8, 2009 gantina 3 comments

Muncul pertanyaan lucu dari Lis, sang Bendahara Astri, “Masak pake uang siapa, Mba?”
“Ya, uang jatah masak hari ini darimu lah..,” jawabku.
“Cukup buat tongkol??” tanggapnya heran.
Arinda dan aku tersenyum =)

Menu makan malam hari ini: Sayur Asem, Balado Tongkol, dan Tempe goreng.

Sayur Asem

Bahan:
1 bks sayur asem-eun
5 siung bawang merah
3 siung bawang putih
5 buah kemiri
8 buah cabe merah keriting
1 jari lengkuas
1/2 bks asem
4 lbr daun salam
garam, terasi, dan gula secukupnya

Cara Membuat:
1. Didihkan air secukupnya.
2. Siangi seluruh sayur asem-eun, masukkan ke dalam air mendidih berdasarkan tingkat kecepatan matang (lebih lambat lebih dulu masuk).
3. Masukkan bawang merah, bawang putih, cabe merah, kemiri, dan terasi yang telah dihaluskan.
4. Masukkan lengkuas, asem, dan daun salam.
5. Tambahkan garam dan gula, lalu hidangkan.

Walaupun sebelumnya pernah memasukkan resep Sayur Asem, tapi kali ini berbeda. Bumbu rahasia yang gHina dan aku dulu gunakan diganti dengan resep Mama. Haturnuhun pisan buat Mama yang siap siaga membalas sms pertanyaan resep dadakan Selasa lalu. Jadi ingat masa perjuangan awal di asrama =)

Hampir tiap jadwal masak ditelepon sama Mama, minta saran menu dan resep rahasia dapur Mama. =P

Balado Tongkol

Bahan:
10 potong tongkol (lumuri dengan telur yang telah dikocok, lalu goreng)
6 siung bawang merah
3 siung bawang putih
10 buah cabe merah keriting
5 buah cabe rawit
1 buah tomat
terasi, garam, dan gula secukupnya

Cara Membuat:
1. Tumis bawang merah, bawang putih, cabe merah keriting, cabe rawit, terasi, dan tomat yang telah dihaluskan hingga harum.
2. Tambahkan garam dan gula sesuai selera.
3. Masukkan potongan tongkol lalu hidangkan.

Bumbu untuk Balado Tongkol ini sebetulnya bumbu ‘saka’ dan ‘bakat’, sakainget dan bakat ku butuh maksudku. Habis lagi pengen yang pedes-pedes, tapi lupa cek ketersediaan bumbu di dapur sebelum belanja. Kami mah apa adanya (masak hari ini), heuheu.

Categories: Uncategorized Tags: , ,

Argan’s Kitchen 31 Maret 2009

April 2, 2009 gantina 1 comment

Rencananya mau bikin Sapo Tahu dan Fuyunghai. Sayangnya gak ada yang jual tahu sutera dan sedap malam di pasar Balubur. Resep pun akhirnya kami modifikasi, Tumis Sayuran Tahu dan Bakwan Raksasa (supposed to be fuyunghai =P).

Tumis Sayuran Tahu

Bahan:
4 buah wortel (iris serong tipis)
1 ons jamur kuping (iris tipis memanjang)
1 ons kacang kapri
10 buah tahu putih (potong memanjang lalu goreng hingga coklat)
2 bks saus tiram
1 siung bawang bombay (potong memanjang)
3 siung bawang putih (cincang kasar)
2 sdt tepung maizena (cairkan dengan sedikit air)
garam dan gula secukupnya

Cara Membuat:
1. Tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum.
2. Tambahkan saus tiram, gula, dan garam.
3. Masukkan wortel, jamur, dan kacang kapri.
4. Setelah sayuran layu, masukkan tahu.
5. Angkat setelah semua bahan tercampur.

Resep fuyunghai gak-jadi-nya gak kumasukin dulu, insyaAllah kalo udah berhasil bikin fuyunghai yang enak baru kutampilin. Selasa kemarin, fuyunghai-nya berubah jadi bakwan raksasa karena telurnya cuma 3 butir padahal sayurannya bejibun. Yasud, ditambah terigu aja deh dan digoreng dalam porsi jumbo. Bakwan ini bisa disebut ‘bakwan berdarah’ juga lho, Arin yang ngegoreng tuh bakwan berkali-kali terciprat minyak panas. Keesokan harinya, melendung jari-jari Arin. Sabar ya sayang.. =)

Categories: Uncategorized Tags:

Tygan’s Kitchen 19 Maret 2009

April 2, 2009 gantina 1 comment

Sapi Lada Hitam

Bahan:
1 siung bawang bombay (belah empat, potong kasar)
1 siung bawang putih (cincang kasar)
300 gr daging sapi has dalam (iris tipis)
100 ml air putih
2 sdm lada hitam (sangrai, gerus kasar)
2 sdm saos tiram
2 sdm minyak wijen
1/2 bh paprika merah (potong tipis)
1/2 bh paprika hijau (potong tipis)

Cara Membuat:
1. Tumis bawang bombay dan bawang putih sampai harum.
2. Masukkan irisan tipis daging, tumis hingga berubah warna.
3. Tambahkan air putih, masak hingga daging empuk dan air habis.
4. Masukkan lada hitam, minyak wijen, dan saos tiram.
5. Hidangkan setelah bumbu tercampur rata.

Bendahara Asrama ngasih uang Rp.53.000,00 malam sebelumnya dengan alokasi Rp.30.000,00 untuk masak spesial dan Rp.23.000,00 untuk beli 2 liter minyak. Partner belanja malah menghabiskan seluruh anggaran untuk belanja, heuheu miskom pisan ini mah =P Ya iyalah, ternyata beli daging 1/2 kg aja udah ngabisin jatah belanja spesial.. Karena gak punya minyak wijen di asrama dan nyari-nyari paprika (dua kali bolak balik pasar) gak ketemu, kami gak pake. Untuk menambah warna (lada hitam jadi hitam doang kan?), kami menambahkan potongan cabe merah dalam ukuran besar. Tambah cantik lah ya =)

Tips untuk yang ingin mencoba:
1. Ikuti pedoman memasak (resep) dengan benar, sapi lada hitam kami benar-benar ‘menghangatkan’ tenggorokan karena usil menambah banyak lada hitam.
2. Irisan dagingnya boleh lebar-lebar ko, biar lada hitamnya terlihat nempel-nempel (tampak sesuai selera aja).
3. Masaknya sambil shaum, tambah bahagia saat berbuka =D

Alhamdulillah, rasanya cihuy (a.k.a memuaskan). So, sang Bendahara gak complain perihal over budget yang kami perbuat.

Kangkung Bumbu Rujak

Bahan:
2 ikat kangkung, disiangi
1 ons jamur kancing, iris kecil
3 siung bawang putih
3 siung bawang merah
4 bh cabe rawit
6 btg cabe keriting
1 bks terasi (bungkus kecil, sekitar satu buku jari)
1 bh tomat
garam dan gula merah secukupnya

Cara Membuat:
1. Haluskan bawang merah, bawang putih, cabe rawit, cabe keriting, terasi, gula merah, dan tomat.
2. Tumis bumbu yang telah dihaluskan sampai harum.
3. Tambahkan garam sesuai selera.
4. Masukkan kangkung dan jamur.
5. Masak hingga layu, angkat.

Jadi inget waktu tinggal di Jakarta, “Bang, rujak kangkungnya 2 bungkus!!”

Categories: Uncategorized Tags:

Komunikasi Empatik

April 2, 2009 gantina 1 comment

Malam makin larut, setengah bosan menyiapkan materi untuk presentasi tesis pekanan. Yup, bosan bersin-bersin; ngucek-ngucek mata yang gatal; dan ‘nyingsring’ memakai tisu paket bepergian yang cepat menipis persediannya. Untuk menambah semangat belajar, sengaja kusiapkan snack, minuman ringan, dan novel gokil (lebih berfungsi sebagai objek ’berhenti sejenak’ sih) di samping meja belajar. Snack dan minuman? Aku sepakat dengan Roni, “Makanan teman belajar itu penting, Gan! Biar ada yang masuk…”. Halah!!

Sampai akhirnya (setelah pengalih perhatian habis kugarap dan materi untuk presentasi besok rampung), aku mulai melirik bundel dari pelatihan yang diadakan Yayasan Bina Insan Shalih pemberian teman lama. Salah satu materinya tentang Komunikasi Empatik. Begini ceritanya…

Kok jadi inget siaran radio jaman SMP tiap Kamis malam ya? =P

Apa sebenarnya komunikasi empatik itu? Komunikasi empatik adalah salah satu keterampilan berkomunikasi untuk mendukung pencapaian tujuan komunikasi dari sisi persuasif maupun informatif. Empati adalah kemampuan memproyeksikan diri kepada orang lain, kemampuan menghayati orang lain, atau merasakan yang dirasakan orang lain. Dengan demikian, komunikasi empatik adalah mendengarkan dengan mata, telinga, dan hati anda untuk memahami, berintuisi, dan merasa. Mendengarkan disini adalah mendengarkan untuk mengerti bukan untuk menjawab dan mendengarkan konten pembicaraan bukan siapa yang bicara. Respon yang tepat juga menjadi kunci komunikasi empatik, berikanlah respon seperti baru pertama kali mendengarkan topik pembicaraan.

Kunci sukses mendengar:
1. Empati
2. Berhenti bicara
3. Tunjukkan respon anda
4. Pusatkan perhatian pada lawan bicara
5. Abaikan segala hal di luar topik pembicaraan
6. Pastikan lawan bicara dalam keadaan tenang
7. Ajukan pertanyaan pada saat yang tepat untuk menunjukkan perhatian
8. Lakukan pengulangan untuk memastikan frekuensi anda dan lawan bicara sama
9. Sekali lagi, berhentilah bicara!

Pembahasan ulang materi tersebut mengingatkanku pada sms dari seorang teman,
’The secret of happiness is to make others believe they are the cause of it.’

Hm, mungkin sulit untuk dipraktekkan tapi tidak mustahil (dengan doa tentunya).

‘Maka disebabkan rahmat Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.’ (QS Al Imran:159)

Categories: Uncategorized Tags: