CampurSari: Tug My Heartstrings (?)

Cerita 1

Memed dan separuh jiwanya tandang ke kota kelahiranku pekan lalu. Penuh kerinduan kami menyusun jadwal pertemuan. Sayang, Allah belum mengijinkan kami bersua. Banyak cerita yang ingin kubagi denganmu, Med. Saudara seperjuangan saat hidup di kota keras penuh tantangan, masih kekanak-kanakan kami tempo hari. Memed dibalik PC-nya menyusun pers rilis kegiatan-kegiatan kantor sementara kawan lainnya (included me, of course) pulang pergi Lebak Bulus-Depok. Begitu cepat bulan berlalu, aku kembali ke Bandung (menghadapi realita hidup). Memed, Shanda, Mas Rendra, dan Kak Izal sebagian yang kurindukan untuk kembali bertukar cerita.

Cerita 2

Tepat saat jam mengajarku habis, telepon dari Linpau masuk.

L: lu dimana, gan?

G: otw ngampus

L: gw di kampus nih

G: serius, lu?? kapan brangkat dr palembang? ntar siangan gw kosong, ketemu yuk!

L: gw udah ada janji, sms-in jadwal kosong lu dah!

G: seep-seep..

Singkat cerita, Jumat sore akhirnya kami berhasil bertemu di tengah pak-pik-pek ngurusin titipan transkrip dan ijazah teman-teman (juga temennya Linpau yang lagi galau). Pertemuan singkat memang, wong aku harus segera cabut ke Cihanjuang. Padahal bakpau yang satu ini ke Bandung untuk mengobati kekecewaannya, asiifa ya ukht. Alhamdulillah, perjalanan Perpus Pusat-Salman sedikit mengobati kerinduan ngata-ngatain Linpau (kerjasama yang bagus, Rief). Bukankah cara mengungkapkan kasih sayang beragam? =P

Cerita 3

SMS Lya:

tin, rani g bs, frd gd kbr, ketyh lg sakit. gmn?

SMS-ku:

wah, pdhl kangen berat!! sakit apa ketyh?

SMS Lya:

badannya panas, takut DB lg. yang mw pengumumannya juga g bs.. next time?

SMS-ku:

insyaallah =)

Genggong jaman SMA, 8-an. Kami temenan dari kelas 1. Gak badung-badung amat sih, kenakalan biasa lah: mabal kemana-mana, rasis di kelas, sok gaul, ngeceng senior dr balik kaca kelas, lomba tepat lempar tisu bekas umbel ke tong sampah di luar kelas, nge-track di jalanan, dlsb =P Kenakalan yang membuatku merasa cukup, cukup nakal untuk berhenti dan mencari warna kehidupan lain di kampus. Aku sayang sama mereka: Bunga, Echa, Farida, Icha, Ketyh, Lya, dan Rani. Sebentar lagi salah satu (mungkin lebih) dari kami akan menggenapkan separuh diennya. Gak nyangka..

Cerita 4

“He tells me you’re a doctor?”

“Yeah, I work at the children clinic.”

“How is it?”

“I enjoy it. How about you?”

“I’m a student. Umm, I’m thinking of making it as my career.”

“Hahaha..”

Closing

Nothing special, pengen curhat doang ko =)

%apaan sih, G..

%ngacapruks versiku

Leave a comment »

Tips Sambut Ramadhan: Optimalisasi Ansyithah Ibadah Ramadhan

Delapan Tips Sambut Ramadhan versi dakwatuna.com (hasil ngedit):

  1. Berdoa agar Allah swt. memberikan umur panjang dan kesehatan untuk berjumpa dengan bulan Ramadhan sehingga pelaksanaan ibadah (puasa, shalat, tlawah, dan dzikir) optimal. Dari Anas bin Malik ra. berkata, Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, “ Allahumma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadhan. (Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan).” (HR Ahmad dan Tabrani)
  2. Pujilah Allah swt. karena Ramadhan telah diberikan kembali kepada kita. Bukankah kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan salah satu nikmat terbesar?
  3. Bergembira dengan kedatangan bulan Ramadhan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para sahabatnya setiap kali datang bulan Ramadhan: ”Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR Ahmad)
  4. Rencanakan agenda kegiatan harian untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadhan yang singkat.
  5. Bulatkan tekad untuk mengisi waktu-waktu Ramadhan dengan ketaatan.
  6. Pahami fiqh Ramadhan karena setiap mukmin wajib hukumnya beribadah dilandasi ilmu agar amaliah ramadhan kita benar dan diterma Allah swt.
  7. Kondisikan qalbu dan ruhiyah untuk pembersihan jiwa.
  8. Tinggalkan dosa dan maksiat.

Semoga Allah swt. menyampaikan Ramadhan kepada kita dan menyampaikan kita kepada Ramadhan. Amiin =)

Comments (1) »

Motivasi: Optimalisasi Ansyithah Ibadah Ramadhan

Sabtu, 11 Juli 2009, adalah hari pernikahan Muthia dan Fauzi. Pernikahan disiapkan jauh hari sebelumnya. Misalnya pembentukan panitia (most of them from Salman’s dormitory), konsep pernikahan, rangkaian acara, penentuan vendor-vendor pelengkap pernikahan (tempat, katering, tatarias, dekorasi, dlsb), sampai detil pergerakan pager betis (kek maen bola aja neh). Bahkan ada yang kursus dandan kilat menjelang hari-H, untuk kebahagiaan Muthi katanya. Semua itu, demi terjaminnya  kesakralan ritual pernikahan (insyaallah) sekali seumur hidup yang menjadi ikatan kuat. Ikatan kuat bukan hanya antara mempelai tetapi juga antara individu dengan Allah swt. Doaku Myuth: ’Barakallahulaka wa baraka ’alaika wa jama’a bainakuma fii khair.’

Persiapan yang matang menjadi kunci sukses pernikahan. Bagaimana dengan persiapan Ramadhan yang (insyaallah) akan menaungi kita tak lama lagi? Ramadhan menghendaki adanya keinginan kuat dan persiapan matang sebelumnya, agar kebaikan-kebaikannya dapat diraih.

Kalau pernikahan jadi super spesial karena mempertaruhkan setengah dien. Landasan berpikir apa saja yang dapat memotivasi kita agar persiapan Ramadhan menjadi optimal? Kita simak bareng-bareng ya =)

”Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebaaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al Baqarah: 183)

”Sesungguhnya di dalam surga ada pintu bernama Royyan, tidak ada yang memasukinya kecuali mereka yang shaum Ramadhan.” (Muttafaq ’alaih)

Nabi saw. bersabda, ”Bila Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, dan pintu-pintu neraka ditutup, sementara setan-setan diikat.” (HR Bukhari Muslim)

”Setiap amal anak Adam (selama Ramadhan) dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat, bahkan sampai tujuh ratus kali lipat. Kecuali puasa, Allah swt. berfirman: ’Puasa itu untuk-Ku, dan Aku langsung yang akan memberikan pahala untuknya’.” (HR Muslim)

”Siapa yang berpuasa Ramadhan dengan kesadaran iman dan penuh harapan ridha Allah, akan diampuni semua dosa-dosa yang lalu.” (HR Bukhari Muslim)

”Orang yang berpuasa doanya tidak ditolak, terutama menjelang berbuka.” (HR Ibn Majah, sanad hadits ini shahih)

Semoga kita menjadi golongan yang merindukan dan dirindukan Ramadhan, ”Allahumma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadhan. (Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami ke bulan Ramadhan).” (HR Ahmad dan Tabrani)

%Road to Ramadhan

%[modeon:=on fire]

Leave a comment »

Jabat Tangan dan Wisuda

Wisuda ITB periode Juli sudah di depan mata, sudah dekat dengan penciuman, tinggal sehasta lagi untuk dicapai, dlsb. Bu’Eu, ceLen, Opoy, Tiara, Rito, bangFai, bangIkhwan, Husni, Abdur, dan k’Hilya adalah sebagian dari wisudawan Juli ini. Begini harapan yang masBas sampaikan saat aku lulus S1, Juli setahun yang lalu:

‘Semoga kelulusan dan gelar ini mempermudah dakwah, mengokokohkan posisi di masyarakat, memperlancar rizki, memperjelas perencanaan hidup, menambah rasa syukur tanpa menimbulkan kesombongan.’

Aku juga mengharapkan hal yang sama untuk kalian =)

Cacat yang penting pada momentum wisuda adalah mushofahah antara pria dan wanita yang bukan mahram. Padahal hukumnya sudah jelas lho: haram, karena termasuk bagian yang mendekatkan kepada fahisyah. Semoga teman-teman tidak tasahul dan tarakhsuh dalam hal ini karena ’azimahnya jelas (sekali lagi: haram).

”Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikan ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian, yang demikian itu lebih  utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS An-Nisaa’: 59)

Apalagi untuk da’i kampus, duuhhh.. mushofahah itu suatu yang sangat aib dan ’urf yang tidak terpuji dari sebagian orang.

”Wahai orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS As-Shaff: 2-3)

Tapi.. kenapa sih mushofahah ini diharamkan?  Berikut adalah beberapa hadits pendukung =)

”Rasulullah saw. bersabda kepada wanita (yang hendak hijrah dan berbai’ah setelah diuji): ’Aku telah membai’ahmu secara lisan.’ Dan tidak, demi Allah, tangan Rasul saw. tidak menyentuh tangan wanita dalam bai’ah. Apa yang dibai’ahkan kepada mereka hanyalah perkataannya.” (HR Bukhari)

“Dari Abdillah bin Amru, bahwa Rasullulah saw. tidak menjabat tangan wanita dalam bai’ah.“ (HR Ahmad)

“Rasulullah saw. bersabda, ’Seseorang ditusuk kepalanya dengan jarum besi lebih baik daripada menyentuh wanita yang tidak halal.’“ (HR At-Tabrani, berkata imam Al-Haitsami, para perawinya shahih)

Rasululah saw. saja tidak jabat tangan dengan non muhram pada situasi penting (bai’ah). Dari baca-baca: madzhab Hanafi, Maliki, Syafi’i, dan Hambali juga  sepakat hukum jabat tangan antara laki-laki dan wanita yang bukan mahramnya haram. Sudah sepantasnya kita komitmen dengan hukum ini dan meneladani Rasulullah saw., sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:

“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.“ (QS Al Ahzab: 21)

Semoga menjadi tadzkiroh bagi kita semua =)

Catatan:

  1. Permainan mencari arti kata yang dicetak miring nih, ’Siapa Cepat Dia Dapat!’ (maksudku: dapat memahami, heuheu).
  2. Guys, I wud do evrything to gradt on Oct!!! Banzai!!!!
  3. Jzk filenya, Kak!! =)

Comments (1) »

Nasihat dari Pak Pengamen

Aku punya kebiasaan mengisi waktu dengan membaca, dimanapun dan kapanpun. Buku yang sedang kubaca belakangan ini, selain novel The Choice karya Nicholas Sparks, adalah buku bertema kepemimpinan dalam Islam. Buku yang membincang nilai kepemimpinan agung dalam sejarah Islam. Aku terus membacanya sepanjang perjalanan menuju Lembang pagi ini. Tenggelam dalam dunia bacaan, seperti seorang autis. Sampai di suatu persimpangan, ada kejadian yang membuat hatiku sadar. Sebuah nasihat dari seorang pengamen tua. Bapak ini menegur ketidakpedulianku terhadap dunia luar. Selesai bernyanyi dan mengedarkan gelas plastik kosong ke dalam ruang angkutan umum, beliau menyentuhku dan berkata, “Sombong!!”.

Astagfirullah..

Sama sekali tidak ada niatku mengacuhkan beliau. Aku hanya sedang tenggelam dalam dunia bacaan.. Asiifa pak pengamen, asiifa.. Aku teringat firman Allah swt., “dan terhadap orang yang meminta-minta maka janganlah kamu menghardiknya.” (Ad-Dluha: 10). Walaupun tidak menghardik secara lisan, aku takut menorehkan rasa sakit di hati beliau. Apalagi setelah kejadian itu aku hanya bisa terdiam, tanpa kata-kata. Setelah itu, mataku memanas menahan airmata..

Comments (5) »

Dosen Luar Biasa

Mengajar itu ibarat seni dan guru sebagai senimannya. Sepakat, karena saat mengajar aku mengekspresikan kepribadianku. Karyaku adalah murid-muridku yang tidak statis. Di kelas, bukan hanya transfer materi yang terjadi. Emosi, kecintaan terhadap ilmu, harapan terhadap murid, dan penghambaan kepada Allah swt. menjadi kesatuan rasa. Ilmu pengetahuan sebisa mungkin diracik menjadi informasi yang mudah dicerna. Seniman yang menjadi pusat perhatian haruslah pandai dalam membawakan materi. Bukankah vokalis lebih penting daripada lagu yang dibawakannya?

Teman, doakan ya..

Besok, Senin 22 Juni 2009, kali pertama aku mengajar sebagai dosen (status: Dosen Luar Biasa) di salah satu institusi swasta di Bandung. ’Vokalis’ ini akan membawakan ’lagu’ Kalkulus I dan Matriks&Ruang Vektor di kelas yang berbeda. Menegangkan sekali, karena belum terbiasa menghadapi kelas besar. Seperti yang ditakutkan Fajar: mengajar terlalu cepat, materi terlalu jauh, dan tidak diperhatikan. Padahal Fajar memiliki kapabilitas keilmuan dan jam terbang lebih tinggi daripada ’anak band’ yang satu ini. Aku yakin suatu saat dia akan sehebat pak Amuk dengan kecepatan lebih tinggi. Biasakan dirimu, Bro =D

Teringat nasihat indah dari kang Memen, senior Matematika, dalam mengajar:

Perbanyaklah ibadah sebelum mengajar, agar yang disampaikan lebih berisi.

[Rencana mengajar hari pertama: perkenalan, menyepakati peraturan bersama di kelas, memilih penanggung jawab kelas, menyampaikan materi dan latihan, serta memberikan tugas]

Jagalah aku dengan penjagaan terbaik-Mu, ya Rabb.

Bismillahirrahmaanirrahiim =)

Comments (4) »

Sayap-sayap Pernikahan

Islam adalah agama yang mencakup semua sisi kehidupan. Tidak ada satu pun masalah yang tidak disentuhnya karena Islam rahmat bagi seluruh alam.  Pernikahan pun, yang menjadi ikatan kuat dan suci antara dua manusia, telah banyak disentuh nilai Islam. Kriteria bakal calon pendamping hidup, penyelenggaraan pesta pernikahan yang  berkah,  serta hak  dan kewajiban suami istri diajarkan dalam Islam. Pernikahan sakinah, mawaddah, warahmah akan terwujud dengan mengikuti jalan lurus ini.

Langkah pertama dalam menapaki pernikahan adalah penetapan tujuan islami. Serangkaian tindakan spesifik untuk menyelesaikan komitmen dari sebuah visi besar, cinta Allah swt.. Dalam Islam, tujuan pernikahan adalah:

1. Memenuhi tuntutan naluri manusia yang asasi.

2. Membentengi akhlak yang luhur.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai para pemuda ! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih Menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum), karena shaum itu dapat membentengi dirinya”. (Hadits Shahih Riwayat Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasa’i, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).

3. Menegakkan rumah tangga islami.

4. Meningkatkan ibadah kepada Allah swt..

5. Mencari keturunan yang shalih dan shalihah.

Allah berfirman: “Allah telah menjadikan dari diri-diri kamu itu pasangan suami istri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari nikmat Allah ?”. (An-Nahl : 72).

Niat yang lurus mengantarkan hamba pada kebahagiaan abadi yaitu kehidupan yang penuh naungan cinta Sang Maha Pengasih di dunia maupun akhirat. Perhatikan hadits berikut,

Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap  perbuatan tergantung niatnya. Dan  sesungguhnya  setiap  orang  (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan.

(Riwayat dua imam hadits, Abu Abdullah Muhammad bin Isma’il bin Ibrahim bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhori dan Abu Al Husain, Muslim bin Al Hajjaj bin Muslim Al Qusyairi An Naishaburi dan kedua kitab Shahihnya yang merupakan kitab yang paling shahih yang pernah dikarang).

Langkah berikutnya adalah memastikan perjalanan pernikahan selanjutnya sesuai dengan syariat Islam. Kita melakukannya dengan mempelajari dan mengaplikasikan fiqh pernikahan (yang menjembatani syariat Allah swt. dan implementasi oleh manusia), pernikahan-pernikahan agung dalam sejarah Islam, dan tuntunan pernikahan dari Rasulullah saw..

Pernikahan dengan niat yang suci dan cara yang lurus bagaikan amal dengan sayap lengkap. Sayap yang siap menerbangkannya ke sisi Allah swt. sebagai pemberat timbangan amal di akhirat kelak.

Comments (3) »

Argan’s Kitchen 16 Juni 2009

Menu makanan sehat asrama putri hari ini adalah Sayur Bayam, Perkedel Kentang, dan Tempe Goreng. Kami mulai memasak setelah aku menyelesaikan pengisian evaluasi asrama semester ini, mudah lho karena hampir setahun bersama membuatku mengenal karakter saudari-saudari tersayang. Malang tak diduga, semangat ’86 (tahun kelahiranku, heuheu) terkalahkan oleh gas yang habis di tengah perjalanan memasak kami. Huaaa…. belum ada yang matang ini!! Apa jadinya jika kami harus menunggu mamang gas datang lambat membawa tabung biru yang diharapkan? Bagaimana kesehatan saudari-saudari tersayang jika tidak ada makan malam buatan kami? [lebay..] Apa jadinya program Slimming Tea dua adikku di asrama? Heuheu =P

Akhirnya kuikuti saran Mba Rini, Pindah Dapur. Kami invasi dapur asrama putra&karyawan di lantai dua. Setelah sarana, prasarana, bahan makanan (setengah jadi maupun mentah) terbungkus rapih, kami berjalan dengan sangat hati-hati kesana. Malu atuhlah..

Pake ketemu Rudi & Arief lagi, baiknya mau membantu =)

Perkendel Kentang

Bahan:

¼ kg                kentang, digoreng lalu dihaluskan

2 siung            bawang putih, dihaluskan

4 siung            bawang merah, iris tipis lalu goreng hingga harum

¼ bagian        biji pala, dihaluskan

1 btr                telur, pisahkan putih dan kuningnya

garam secukupnya

Cara Membuat:

  1. Semua bahan dicampur kecuali telur putih.
  2. Bulat-bulat perkedel, celupkan ke telur putih lalu goreng.

Mudah-mudahan tidak terulang pindah dapur ini. Amiin =)

Leave a comment »

‘Tiba-tiba’ Bahagia BersamaMu

Tiba-tiba masa perkuliahan normal selesai.

Tiba-tiba nilai PTM keluar.

Tiba-tiba tugas TGA siap dikumpulkan.

Tiba-tiba presentasi Ankom berlalu dengan sukses.

Tiba-tiba dapat pencerahan bukti saat presentasi tesis di depan pembimbing.

Tiba-tiba UAS THT Ankom siap diserahkan ke bu Dyah.

Tiba-tiba presentasi TKTL berlalu.

Tiba-tiba laporan presentasi dapat selsesai 80 % hanya dalam waktu 3 jam.

Begitu banyak tiba-tiba yang Kau berikan padaku. Tiba-tiba yang membuat senyumku terkembang di antara sujudku padaMu. Sujud penuh syukur atas kasih sayang Dzat yang Maha Mengetahui segala yang ghaib maupun nyata. Ya Rabb, tak henti aku berharap pada pertolongan dan janjiMu.

InsyaAllah, senyum dan kebahagiaan ini menjadi milik saudara-saudariku. Sehingga setiap pertemuan denganku menjadi peneduh hati mereka. Sedangkan airmata yang sengaja Kau ciptakan untuk mengekspresikan kebahagiaan dan keharuan ini, hanya kuberikan untukMu. Ya, airmata ini hanyalah untukMu, Allah.

Demikian juga, ‘..shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagiNya..’ (QS 6:162-163).

Comments (2) »

Rosemary di Patahan Lembang

Aku dapat beberapa batang rosemary saat berkunjung ke rumah Owen di Patahan Lembang akhir pekan lalu. “Tancepin aja, Gan. Ntar juga tumbuh sendiri,” kata Owen. Sekarang sebagian kecil ada di mejaku untuk mengharumkan ruangan. Menurut cerita, di jaman Yunani dulu batang rosemary sering dipakai sebagai mahkota saat ujian. Tujuannya menjaga kesegaran pikiran saat ujian, wangi memang. Sisanya kutancapkan di pot di halaman tengah asrama, berharap dia tumbuh dan berbunga. Berdasarkan foto hasil browsing, bunganya berwarna biru cantik, secantik namanya. Tapi belum mengalahkan mawar hitamku, ko =D

Kami juga mencoba membuat tiara dari batang rosemary. Cukup sulit karena butuh batang yang panjang. Yusuf sukses membuat tiara itu, dengan bangga dia memakainya sepanjang perjalanan kami. Bahkan setelah pulang dari curug Cimahi, masih saja tiara itu dipakainya. Hasan lebih aneh lagi, tiara Yusuf diberi aksen ilalang. Tampak seperti anak daerah pedalaman Gorontalo bersenjata gitar dia, heuheu. San, kata pepatah: ‘gitarmu adalah mulutmu, suarakan pikiranmu lewatnya’. Sabar ya, tunggu aku rada jago saeutik, nanti kita nge-junk bareng. InsyaAllah..

Banyak lho kegunaan rosemary, teman. Tanaman yang nama latinnya Rosmarinus Officinalis ini tahan penyakit dan hama. Tanaman yang banyak mengandung kalsium, zat besi, dan vitamin B6 ini dapat ditumbuhkan melalui pencangkokan. Tehnya dapat membantu mengatasi masalah reumatik, pencernaan, dan flu. Selain untuk medis, rosemary dapat digunakan untuk pengharum ruangan.

Gak sabar, dikasih kesempatan lagi sama Allah untuk berkunjung kesana dan menikmati  teh rosemary dengan pemanis daun stevia =)

Comments (2) »